Minggu, 06 Mei 2018

Inikah Ramdhan Terakhirku?

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين. الصلاة و السلام على نبي الكريم



Berkata Al Imam Hasan Al-Basri -Rahimahullah-,

يا إبن ادم انما انت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك

"Wahai anak ada. Tidaklah kehidupan kalian melainkan adalah sebagaian dari waktu. Ketika setiap hari waktu pergi, maka pergi pula sebagian dirimu."

Beliau -Rahimahullah- hendak menyampaikan kepada kita hakikat kehidupan ini. Kehidupan yang sejatinya setiap langkah kita, merupakan perjalanan menuju kepada Rabbul 'aalamiin. Walau kita tak tahu, kapan waktu itu akan tiba.

Berkata Allah -Tabaraka wa ta'aala-,

"وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ..."

"... Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." (QS. Luqman:34)

Ramadhan, tamu Agung kita, -InsyaAllah- kurang 10 hari hingga kita menjumpainya. Selama bumi ini belum Allah hempaskan dengan hempasan yang dahsyat, maka selama itu Ramadhan akan datang. Tapi tak ada jaminan kita masih ada. Maka tak heran jika para ulama salaf begitu perhatian terhadap hal ini. Merupakan kerugian besar, jika mereka tak menjumpai Ramadhan.

Berkata Imam Ibnu Rajab Al-Hambali -Rahimahullah- dalam kitabnya Lathaif Al-Ma'arif,

"Dulu para salaf berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amalan mereka selama Ramadhan."

Adapun diantara doa yang sering diucapkan para ulama salaf adalah,

"اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ وَ سَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَ تَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلَا"

"Ya Allah, sampaikanlah aku ke Ramadhan dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku dan terimalah amalanku di bulan Ramadhan."

Bukan enam kali, bukan enam jam, bukan enam hari. Tetapi enam bulan, saudaraku. Menunjukkan betapa mereka, para ahli ilmu dan ibadah, mempersiapkan diri dan menyambut tamu agung yang datang dengan jutaan kemuliaan. Apa saja kemulian itu?

1. Bulan diturunkan Al-Quran


Sebagaimana difirmankan oleh Allah -Tabaraka wa ta'ala-:



"... ۚ شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ"


"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil), ..." (QS. Al-Baqarah:185)

Dan perlu kita ketahui, tidak sesuatu itu bersama Al-Quran, kecuali ia menjadi yang terbaik. Nabi yang diwahyukan kepadanya Al-Quran, maka Muhammad -Shalallahu 'alaihi wa salam- menjadi sebaik-baik makhluk. Umat yang telah dijadikan untuknya Al-Quran sebagai petunjuk, maka merekalah Kuntum Khoiru Ummah. Dan bulan, yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, menjadi sebaik-baik bulan yang Allah jadikan awal hingga akhirnya dipenuhi Rahmat, Maghfirah dan pembebasan dari api neraka.


2. 1 Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

"إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْر{ِ1} وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ{2} لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ{3}"

"(1) Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadr. (2) Dan tahukah kamu apa malam Qadr itu? (3) Malam Qadr itu lebih baik dari seribu bulan."

Adapun malam, yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, menjadi sebaik-baik malam yang bahkan lebih baik dari 1000 bulan.

Dalam Hadits yang sangat Masyhur diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah -Shallahu 'alaihi wa salam- bersabda:

"من قام ليلة القدر ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه"

"Barangsiapa yang mengerjakan Shalat di malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan karena mengharap Ridho Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni."

Maka wajar jika dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, bahwa Nabi -Shallahu 'alaihi wa salam- pernah bersabda:

"فيه ليلة خير من الف شهر, من حرم خيرها فقد حرم ..."

".... Padanya (Bulan Ramadhan) terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikan, maka ia tidak mendapatkannya."

3. Dibuka Pintu Surga dan Ditutup Pintu Neraka

Nabi -Shallahu 'alaihi wa salam bersabda-:

"إذا كان أول ليلة من رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن, وغلفت ابواب النار فلم يفتح منها باب, وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب, وينادي مناد: يا باغي الخير أقبل, ويا باغي الشر أقصر. ولله عتقاء من النار وذالك كل ليلة"

"Pada malam pertama di bulan Ramadhan setan-setan dan pembesar-pembesar jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pun pintunya yang dibuka, sementara pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pun pintu yang ditutup, lalu seorang peyeru berseru, "Hai pencari kebaikan, datanglah dan hai pencari keburukan, berhentilah!" Allah mengampuni orang-orang yang terbebas dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam."

4. Diampuni dari Dosa yang Telah Lalu

Dalam Hadits yang sudah sangat kita hafal, Nabi -Shallahu 'alaihi wa salam- pernah bersabda:
"من صام رمضان إيمان واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه"

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramdhan dengan keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Dan,
"من قام رمضان إيمان واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه"

"Barangsiapa sholat (qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan imanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Maka, saudaraku, apa yang lebih kita butuhkan dari ampunan?

Tentu kita semua berharap dapat bertemu dengan Ramadhan yang terus akan datang, tetapi sesungguhnya usia kitalah mungkin tidak sampai. Maka di antara nasihat pada ulama ialah, jadikan Ramadhan yang kita dapati, seolah-olah Ramadhan terkahir kita. Sebagaimana bila seseorang yang sholat, kemudian dia mengetahui bahwa setelah sholat dia akan mati, maka sholatnya tersebut sudah pasti sholat terbaik yang ia kerjakan semasa hidup.

Maka daripada itu, mari -semoga Allah sampaikan kita pada Ramadhan- dapati Ramadhan kita dan gigit dengan geraham. Karena boleh jadi, tahun ini adalah Ramadhan terkahir kita.

Wallahu ta'ala a'lam.

Sumber Tulisan:
- Disarikan dari Tabligh Akbar "Ramadhan Terkahirku" oleh Ust. Rizal Yuliar Putrananda di Masjid Jami' Makkah Surabaya (Sabtu, 28 April 2018)

Sumber Gambar:
- http://sidomi.com/wp-content/uploads/2014/06/kurma-640x320.jpg

Jumat, 02 Maret 2018

Bekerja Aman Sehat Selamat


Bekerja dengan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik, masih menjadi pekerjaan rumah yang aman berat bagi berbagai hampir seluruh instansi industri di Indonesia. Setidaknya sudah ada empat belas kejadian kecelakaan kerja yang merenggut puluhan baik korban jiwa maupun luka-luka pada proyek infrastruktur di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Salah satu diantara penyebabnya karena terdapat aspek-aspek K3 yang diabaikan. Hal yang selama ini lumrah terjadi pada proyek pekerjaan konstruksi ialah target waktu yang kian mendekati akhir. menjadikan K3 dinomorsekaliankan karena dianggap menunda pekerjaan saja. Padahal, sebagaimana kita tahu proyek infrasturktur nantinya akan dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat. Namun apa gunanya bila proyek ‘dikejar waktu’ tetapi menyebabkan kecelakaan? Bukankah pekerja yang juga sebagai masyarakat Indonesia tidak bisa ikut menikmati hasil keringatnya?

Bukan hanya itu. Sebagian besar dari korban yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja merupakan pekerja kasar atau buruh yang dari keringatnya itulah dia menafkahi keluarga. Jika pekerja tersebut kehilangan sebagian fungsi anggota tubuhnya atau bahkan meninggal dunia, lalu siapa yang menanggung priuk nasi anak dan istrinya?

Ya. Memang perlu menjadi renungan kita bersama.

Maka daripada itu, PT PLN (Persero) UIP JBTB II sebagai unit bisnis PLN yang diberi tugas untuk menjalankan proyek pembangunan pembangkit listrik di Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, tidak tinggal diam melihat begitu banyak kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun dua tahun terakhir.


Pada Rabu, 28 Februari 2018, PLN UIP JBTB II mengadakan Workshop yang masih menjadi kelanjutan dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional dengan tema, “Bekerja Aman Sehat Selamat”.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pekerjaan-pekerjaan konstruksi khususnya di bidang ketenagalistrikan terdapat potensi terjadinya kecelakaan kerja yang yang begitu besar. Mulai dari jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda berat, bahaya setrum, ledakan, terpapar zat kimia dan lain sebagainya. Maka manajemen UIP JBTB II merasa perlu untuk mengadakan suatu forum yang terdiri dari seluruh elemen yang terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik yang masih dalam tahap kontruksi, yaitu Grati CCPP Extension Project di Pasuruan, Jawa Timur.

Pada forum ini pula hadir seorang wanita cantik yang menjadi Miss Global Beauty Queen dalam ajang Kontes Kecantikan Internasional Tahun 2017 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan sebagai Host, juga sebagai pembicara ialah Bapak H. Terubus. S.Kep.Ns.,M.KKK yang merupakan Pengawas Ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Beliau adalah seorang expert dibidangnya yang sudah sering menjadi narasumber pada berbagai kegiatan K3 di PLN seluruh Indonesia dan sudah sangat sering terlibat langsung dalam investigasi kecelakaan kerja. Sehingga Lulusan S2 Terbaik Jurusan K3 dari Universitas Airlangga ini tentu paham betul apa yang menyebabkan terjadi kecelakaan kerja. Sehingga ilmu yang beliau miliki dapat dibagikan kepada PLN UIP JBTB II, khususnya untuk menjalankan langkah-langkah preventif guna mencegah kecelakaan kerja di lingkungan PLN UIP JBTB II.

Workshop ini terdiri dari dua sesi. Selain memberikan tips Bekerja Aman, Sehat dan Selamat, Bapak Terubus juga membahas tentang Pendekatan K3 dari Aspek Kelembagaan. Menurut beliau, aspek kelembagaan adalah salah satu elemen yang mendasari terimplementasinya K3 dengan baik. Karena menurut pria kelahiran Malang ini, kelembagaan sangat erat kaitannya dengan peran manajemen sebagai pucuk pimpinan sebuah perusahaan yang menjadi cermin para anak buahnya. Sebagai contoh ialah Panitia Pembina Keselamatan & Kesehatan Kerja (P2K3) yang dalam Permenaker No. PER.04/MEN/1984 mewajibkan pucuk pimpinan untuk menjadi Ketua P2K3. Sehingga dalam kesibukkannya sebagai Big Boss, aspek-aspek K3 tidak terabaikan. Karena ketika Top Management sudah membubuhkan tanda tangannya pada komitmen terkait kebijakan K3, maka seluruh elemen dibawahnya wajib untuk tunduk.

Tak hanya dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UIP JBTB II, para Engineer dalam kegiatan ini pula turut diundang instansi-instansi kontraktor yang terikat kerjasama dengan PLN UIP JBTB II. Sehingga melalui forum ini, dapat disepakati komitmen bersama seluruh elemen untuk menambah durasi Safe Man-Hours Without Lost Time Injury (LTI) di Grati CCPP Extension Project.

Jika pada Bulan K3 Nasional Tahun 2018 kemarin General Manager UIP JBTB II mendapat undangan untuk menerima penghargaan dari Gubernur Timur sebagai salah satu perusahaan dengan program K3 terbaik. Melalui kegiatan ini, PLN UIP JBTB II yakin dapat menentukan langkah-langkah strategi untuk mencegah segala bentuk kecelakaan kerja untuk mencapai ambisi besar di tahun 2019, yaitu penghargaan Zero Accident.


Yes we can!

Selasa, 27 Februari 2018

ZERO ACCIDENT YES WE CAN!


Zero Accident, perupakan ambisi besar yang dicanangkan oleh manajemen PLN UIP JBTB II, guna melindungi baik pekerja maupun pihak-pihak berkepentingan yang berada dalam lingkup project, demi tercapainya sasaran untuk menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tepat waktu, mutu dan biaya.

Dalam rangka menanamkan budaya K3 yang baik di lingkungan PLN UIP JBTB II, dan sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh KDIV K3L melalui Surat No. 0021/KLH.00.01/DIVK3L/2018 tanggal 18 Januari 2018 tentang Bulan K3 Nasional, PLN UIP JBTB II mengadakan Closing Ceremony Bulan K3 Nasional pada tanggal 12 Februari 2018.

Tidak kurang dari 1300 pekerja di Main Site Grati CCPP Extension Project telah memulai pekerjaannya dengan rutinitas Toolbox Meeting pada pukul 07:00. Bersama dengan pengawas pekerjaan dan pengawas K3, para pekerja diingatkan lagi tentang pentingnya bekerja aman dengan mengacu pada Instruksi Kerja dan memperhatikan aspek-aspek keselamatan pada Job Safety Analysis. Hal ini tentu merupakan kewajiban bagi setiap orang yang berada di tempat kerja sesuai yang diatur oleh perundangan untuk taat kepada nilai-nilai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Budaya K3 Mendorong Terbentuknya Bangsa yang Berkarakter” ini dihadiri oleh seluruh elemen yang berperan dalam Grati CCPP Extension Project, mulai pekerja, Sub-Contractor, Consortium Samsung C&T, LOTTE E&C dan PT Hutama Karya (Persero), PLN-Enjiniring selaku konsultan, hingga manajemen PLN UIP JBTB II yang dihadiri langsung oleh General Manager, Bpk. Eko Priyantono Aviantoro dengan didampingi jajaran manajemen lainnya.

Kegiatan ini dibuka dengan Safety Talk yang disampaikan oleh perwakilan Consortium guna me-refresh kembali ingatan para pekerja tentang pentingnya nilai-nilai K3 dalam bekerja. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Keynote Speech dari KDIV K3L yang dalam kesempatan tersebut disampaikan oleh General Manager UIP JBTB II. Keynote Speech yang disampaikan di hadapan ribuan pekerja dengan penuh semangat. Pidato yang melecutkan semangat semua pekerja untuk satu visi, yaitu mencapai Zero Accident, sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan oleh manajemen, “Tidak ada yang Lebih Berharga dari Jiwa Manusia”.
Ambisi yang tidak mustahil, sebab Grati CCPP Extension Project pada tanggal 10 Januari 2018 berhasil mencapai 5 MILLION SAFE MAN-HOURS WITHOUT LOT TIME INJURY (LTI). Pencapaian yang sangat luar bisa untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko bahaya sangat tinggi. Mulai dari bahaya jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda berat, ledakan, kebakaran dan potensi-potensi bahaya lainnya.
Melalui sinergi antara semua elemen dengan mengusung jargon “One Team One Ship for One Goal, Yes We Can!”, PLN UIP JBTB II di kesempatan yang baik ini memberikan penghargaan Good HSE Implementation & 5 MILLION SAFE MAN-HOURS WITHOUT LTI kepada Consortium Samsung C&T, LOTTE E&C dan PT Hutama Karya (Persero) dan Konsultan PLN-Enjiniring. Sebuah sertifikat yang mewakili rasa terima kasih manajemen PLN UIP JBTB II sebagai unit yang mengemban tugas dari PLN Kantor Pusat sebagai Leader dalam mensukseskan Grati CCPP Extension Project.
Selain Consortium, para pekerja pun mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya dalam kepeduliannya terhadap keselamatan diri. Karena K3 bukan hanya milik manajemen. Tetapi milik semua elemen, mulai dari atasan hingga pekerja kasar.
Terpilih 20 orang dari 1325 pekerja yang ada di Grati CCPP Extension Project yang merupakan hasil pengamatan para HSE Supervisor dalam keseharian pekerjaannya. Bukanlah hadiah yang mewah, tetapi cukup untuk menghargai usaha dan memotivasi para pekerja, bahwa K3 tidak hanya tentang hukuman bagi pelanggar. Tetapi ada juga Reward bagi yang patuh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan terus memupuk budaya K3 yang ada di lingkungan PLN UIP JBTB II. Sehingga mejelang COD PLTGU Grati yang menyisakan beberapa bulan saja, akan terus menambah durasi NON LOST TIME INJURY (LTI) yang ada di Grati CCPP Extension Project demi terwujudnya visi bersama Zero Accident.
Dengan nilai-nilai K3 yang diatur dalam peraturan perundangan, kami yakin tidak ada yang mustahil. Sesuai dengan jargon UIP JBTB II yang selalu kami gaung-gaungkan, Yes We Can!