Senin, 30 September 2013

Ma'rifatullah (Mentoring pertemuan ke-3)




            “Tak kenal maka kenalan?”, “Tak kenal maka tak sayang?”? Ah entahlah! Yups, artikel ini membahas tentang cinta. Mungkin pepatah tadi bisa mewakili bahwa ketika kita ingin mencintai, maka kita harus kenal dengan yang akan kita cintai. Untuk apa kita mengenal terlebih dahulu? Bener sekali, agar kita tahu bagaimana bersikap dengan benar terhadap yang akan kita cintai itu. Karena jika kita mencintai secara asal-asalan, bukan balasan cinta yang kita dapat, melainkan yang kita cintai akan pergi jauh meninggalkan kita. Hmmmm makanya, perlunya mengenal sebelum mencintai.
            Cinta tidak terbatas hanya kepada makhluk, apalagi kalau cuma benda mati. Contohnya cinta dunia sehingga kita takut mati atau dalam suatu hadits disebutkan dengan kata “Wahn”. Karena sikap ini dapat membinasakan kita.



Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalamAunul Ma’bud).

            Artikel ini enggak membahas cinta kepada makhluk apalagi hal maksiat seperti, paca.... ah sudahlah. Terlalu panjang pembahasan tentang paca....!
            Mengenal Allah, adalah pintu awal untuk mencintai Allah. Kenapa?



“Sesungguhnya yang takut kepada Allâh diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu (mengenal Allâh Ta'âla)” (QS. Fâthir/35:28)




“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. adz-Dzâriyât/51:56)

Quran Surah Adz-Dzariyat/51:56! Siapa yang mencipatakan kita? Siapa yang memberi kita rezeki? Siapa yang meridhoi kita dapat kuliah? Dengan tegas kita katakan ALLAH AZZA WA JALLA! Sudah sepantasnya kita mencintai Allah dan wujud mencintai itu ilah ketika kita beribadah kepada Allah.
Tanpa mengenal Allah, mustahil kita dapat mencintai Allah. Maka daripada itu, Ma’rifatullah sangat penting untuk kita pelajari.

"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". (Surat Shaad: 75)

Mengenai Allah bukan berarti kita memikirkan wujud Allah. Wujud Allah sangat berbeda dengan wujud makhluk, bahkan tidak terdefenisikan! Kita cukup mengimani dengan apa yang telah Allah sampaikan. Kita sudah cukup yakin akan keberadaan Allah tanpa memikirkan seperti apa wujud Allah. Bagaimana langit dapat berdiri kokoh tanpa tiang? Bagaimana bintang tidak jatuh tanpa diikat dengan sesuatu? Itu semua sudah menunjukkan bahwasannya semua atas kuasa Allah.
Kita cukup mengenal Allah dengan nama-namanya yang Agung, sifat-sifatnya yang mulia. Dengan begitu, tidak ada lagi keraguan dalam diri kita. Tidak ada lagi ketakutan dalam diri kita bahkan ketika sendirian tanpa siapa pun! Karena ALLAH AZZA WA JALLA, maha pelindung.


Sekian yang dapat Saya sampaikan, karena keterbatas ilmu saya yang bahkan lebih kecil daripada buih dilaut, koreksi terhadap kesalahn tulisan Saya sangat dibutuhkan. Silakan meluruskan tulisan Saya dengan menuliskan dikomentar. Jazakallah Khairon.

2 komentar:

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!