Kamis, 12 September 2013

RE: #UdahPutusinAja_1


                #UdahPutusinAja , suatu kalimat yang muncul secara fenomenal belakangan ini. Membuat sang penulis sukses menjadi orang yang paling di benci oleh lelaki karena, setelah sebagian besar wanita memutuskan hubungan pacaran dengan pacarnya setelah membaca buku tulisan beliau. Ya, siapa lagi kalo bukan Ust. Felix Y. Siauw. #UdahPutusinAja
                Nah, udah  kenal tau dong tentang buku udah #UdahPutusinAja? Gak tau? Yaudah, intinya #UdahPutusinAja. Kemarin, tanggal 09 September 2013 kebetulan beliau, Ust. Felix Y. Siauw membedah bukunya secara luas di masjid kampus Gue. Di hari pertama kuliah tersebut LDK AL-FUTUWAH STT-PLN mengadakan sambutan kepada mahasiswa baru angkatan 2013. Posting kali ini berkaitan sekali dengan acara itu, Gue ingin menyampaikan kembali secara garis besar apa yang di sampaikan Ust. Felix kemarin versi Gue sendiri. Check it out!
                #UdahPutusinAja, iya itu judulnya. Jangan diubah menjadi #UdahPutusinAjaMendinganSamaGua. Setelah menyaksikan bedah buku kemaren, Gue jadi enek sama yang namanya liat orang pacaran, apalagi di SocMed. Iya dulu Gue pernah pacaran, LDR atau yang lainnya lah. Tapi setelah menyaksiakan bedah buku kemaren, semua pertanyaan Gue tentang pacaran terjawab sudah. Pacaran itu gak ada gunanya Man! Pacaran gak ngejamin jodoh, kesuksesan atau apalah. Malah terkadang lo perhatiin aja banyak orang yang gak pernah pacaran, tapi justru malah cepet menikah dibanding orang yang sering pacaran.
-          Pacaran itu gak bikin dewasa, malah bisa membuat lo melakukan adegan dewasa.
-          Tidak semua pacaran berakhir dengan zina, tapi semua zina berawal dari pacaran.
                Kebanyakan orang selalu mencari alasan untuk menghalalkan pacaran, mulai dari:
#Gakpapa, kan gak ngapa-ngapain!
-          Lah ini gak ngapa-ngapain aja udah dosa, apalagi ngapa-ngapain.
#Kan pacaran Syar’i.
-          Apa pacaran Syar’i? Pacaran yang diawali dengan Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah? Ini diakhiri dengan Alhamdulillah abis ngapain eman? GAK ADA!
#Jangan Su’udzonlah, kan pacar Gue alim. Dia sering ngingetin sholat, makan, mandi, tidur, belajar dan hal baik lainnya.
-          Emang orang tua gak cukup ngengetin buat ngerjain hal baik? Apa omongan pacar yang tidak ada hubungan darah dengan kita lebih di dengar daripada omongan orang tua yang jelas-jelas ada hubungan darah? Dan, ini sebenernya nyuruh mandi, makan, tidur segala macem, emang lupa ingat tingkat olympiade apa sampe gak inget kalo gak di ingetin pacar?
                Ini adalah sebagian sangat kecil dari alasan klasik orang yang menghalalkan pacaran. Kelanjutan dari alasan mereka ketika sudah tersudut, akan memunculkan statemen, “Tapi kan...”!
#Tapi kan kembali kepada diri kita sendiri, kalo diajak yang macem-macem ya kan kita bisa nolak terus mutusin dan lari dari dia sejauh mungkin.
-          Emang ada yang bisa jamin kita bakal nolak? Yakin iman udah tebel? Pernah dengan kisah seorang Alim yang akhirnya berzina? Sampai membunuh?
#Ih lo kenapa sih? Urus aja diri lo sendiri! Lagian lo juga pernah pacaran, sekarang sok-sok nyeramahin lagi.
-          Iya Saya gak munafik, Saya dulu pernah pacaran. Tapi Alhamdulillah Saya gak pernah terlibat hal buruk lebih jauh dari itu. Nah sekarang Saya salah jika mengajak kita berubah bersama?
                Pertanyaan satu ini, adalah pertanyaan jitu yang bisa bikin orang yang ditanya menjadi diam seribu bahasa.
#Kamu cinta Allah?
-          Iya.
#Kamu cinta pacara kamu?
-          Iya.
#Kamu lebih cinta mana? Allah apa pacar kamu?
-          Allah dong pasti!
#Kenapa kamu tidak meninggalkan pacar kemu demi Allah, katanya kamu lebih cinta Allah. Kalo cinta sama Allah, jelas meninggalkan apa yang dilarang Allah kan?
-          ------------------------------------
Kalian para perempuan, adalah target utama perang pemikiran yang dilakukan orang non-muslim terhadap orang muslim. Kenapa?
Pertama, orang non-muslim sadar bahwa tidak akan pernah menang jika melawan orang muslim dari segi fisik.
Kedua, karena jumlah perempuan yang dominan dan perempuan itu pengaruhnya besar terhadap keluarga.
Seorang Ibu yang solehah akan menghasilkan anak yang sholeh dan sholehah pula. Banyak oran yang lebih sukses karena dia dibesarkan oleh Ibunya, bukan Ayahnya. Gak percaya? Contoh:
Rasulallah Muhammad shalallu'alaihi wassalam, lahir dalam kondiri yatim. Tapi menjadi seorang rasul.
Imam Syafi’i, beberapa saat setelah kelahiran beliau ayahnya meninggal dunia. Beliau menjadi salah seorang Imam dari empat imam besar.
Ingat kisah nabi Nuh? Ketika nabi Nuh menyuruh anaknya untuk naik ke kapal atas perintah Allah, tapi anaknya lebih memilih naik ke gunung untuk menghindarkan banjir. Kenapa? Karena Ibunya tidak naik ke kapal pula.
                Maka daripada itulah, wanita menjadi target utama orang non-muslim untuk menghancurkan islam, yaitu dengan 3F (Food, Funny, Fashion). Nah budaya barat yang mulai di suntikkan ke wanita-wanita muslim, membuat mereka lalai. Termasuk budaya pacaran. Ayolah Saudariku, sadar dalam pacaran kalianlah yang dirugikan. Jangan katakan “Tapi kan...” karena kalian akan menyesal dan akan muncul statement baru yaitu “Seandainya dulu...”.

                Itulah, gambaran secara garis besar tentang bedah buku #UdahPutusinAja dan ini hanya sebagian sangat kecil. Jika penasaran, silakan beli bukunya. Terimakasih, maaf atas kata-kata yang kurang berkenan dihati para pembaca sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!