Jumat, 27 Desember 2013

Berusaha untu Menjadi yang Paling... [How to be a Creative Writer with Raditya Dika #3]

Nah Guys, sebelumnya Gue minta maaf atas keterlambatan posting ini. Siapa yang sangka Gue sangat sibuk sebelum liburan ini #curhatmahasiswa! So, tanpa berpanjang lebar simak aja langsung How to be a Creative Writer with Raditya Dika #3
  • Berusahlah untuk Menjadi yang Paling ....
          Poin kali ini bisa disebut gampang-gampang susah! Tapi tidak bisa dipungkiri, menjadi paling beda adalah cara ampuh untuk kita menampilkan suatu karya. Sebagai Blogger, mungkin kita jangan menggunakan judul Blog yang sudah Mainstream, misalnya “Catatan harian si [bla... bla... bla...]”, [bla... bla... bla...] Blogger bodoh” , [bla... bla... bla...] Diary Online” atau “the Story of [bla... bla... bla...] dan nama-nama yang sudah mainstream lainnya –Maaf, bukan bermaksud mengkritik, hanya saja ini observasi Saya-. Itu dari segi nama Blog untuk penelusuran. Contoh lain Saya ambil dari Blog Saya sendiri misalnya –Tidak bermaksud melebih-lebihkan, hanya saja berbagi referensi-, Saya berusaha mempilkan Blog yang bertema Full Color, Freak dan dengan kombinasi warna yang tidak pas serta disisi lain menurunkan sifat kejantanan Saya sebagai seorang lelaki, dengan warna ungu dan pelangi. Sudah cukup beda kah?
          Ternyata teman-teman benar, mudah-mudahan dengan sedikitnya orang Freak, Blog Saya semakin beda. Karena dalam berbagai kesempatan Raditya Dika selalu menyampaikan,
          Alasan inilah yang disampaikan oleh seorang Raditya Dika jika ditanya tentang judul bukunya yang selalu mencamtumkan nama hewan, mulai dari hewan masa lampau dan seram seperti Brontosaurus, sampai hewan yang paling unyu sekelas marmut. Walaupun dalam kenyataan menimbulkan berbagai kebingungan misalnya buku “Kambing Jantan” diletakkan di rak buku pertanian dan peternakan, serta yang tidak kalah Freak-nya lagi, di Makassar buku dengan judul yang sama diletakkan di rak misteri dan kejahatan. Tragis sekali kisah si “Kambing Jantan” ini, mudah-mudahan bukan karena Cover bukunya adalah wajah Bang Dika sehingga dideskripsikan sebagai buku kejahatan.
         Namun satu hal perlu kita ingat, perbedaan yang kita tunjukkan bukan berarti tidak mengandung filosofi apa-apa. “Cinta Brontosaurus”, “Marmut Merah Jambu” atau “Manusia Setengah Salmon”. Judul-judul yang aneh ini bukan tanpa alasan, “Cinta Brontosaurus” Misalnya mengandung makna bahwa cinta orang dewasa itu lebih primitif dan kuat tidak seperti cinta monyet, tapi tetap saja sekuat apapun Brontosaurus ia adalah hewan yang bisa punah. Sehingga memunculkan keyakinan seorang Raditya Dika bahwa “Cinta bisa kadaluarsa”.
Bagaimana dengan seekor binatang unyu yang kesehariannya berlari di putaran roda. Sekuat apapun dia berlari tetap saja binatang unyu tersebut tidak akan berpindah tempat. Karena roda hanya berputar disitu saja. Sehingga pada akhirnya, hewan unyu akan berpindah ke roda yang lain, tapi tetap saja menemukan hal yang sama, roda hanya bergerak disitu saja. Lalu pada saatnya nanti, hewan ini tahu bahwa dia kapan harus berhenti melakukannya. Keseharian seekor binatang unyu inilah yang melatarbelakangi judul “Marmut Merah Jambu”.
Cara bertahan hidup hewan satu ini cukup mencengangkan, berpindah  1.448 km untuk kawin dan bertahan hidup dari ancaman predator. Pesan bahwa “Kita harus berpindah untuk kehidupan yang lebih baik” inilah yang ingin disampaikan seorang Radiya Dika dalam bukunya yang berjudul “Manusia Setengah Salmon”.

          Santai-santai, oke-oke Saya lanjut, nah dari uraian diatas, dapat kita analoginya seperti ini teman-teman, ketika orang lain menggunakan pakaian berwarna hitam karena sedang tren atau sedang berkabung, cobalah menggunakan baju warna lain yang paling beda. Putih misalnya, dengan begitu Saya yakin semua orang akan menengok kearah teman-teman sekalian karena memakai baju yang berbeda.
          Kenapa timbul pernyataan seperti ini? Anda salah fokus Bro!!! Hmmm, tapi ada benarnya kalau seandainya memang mereka bertindak sebrutal itu, sadarkan teman-teman bahwa mereka sangat penasaran dengan perbedaan yang kita lakukan sehingga mereka bertindak sejauh itu? Begitu pula dengan tulisa, jadikan pembaca bertindak jauh dengan perbedaan yang kita buat. Saya yakin teman-teman semua paham maksud Saya!

          Satu hal yang dapatkan dari poin kedelapan ini, ternyata untuk menjadi beda pembahasannya cukup panjang. So Keep Spirit Guys!!!

Oke Guys, seperti biasa masih ada lanjutannya (Udah kayak sinetron aje) yaitu, "Temukan Hati Cerita!". Gimana tuh? Seru kayaknya tuh judul, tungguin terus hanya di www.ilhamsliterature.com ya! Silakang follow, bagikan dan berkomentar para penulis kreatif. ^^

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk sumber gambar yang belum di-Edit:

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Terima kasih Ridwan atas kunjungannya. Silakan di pelajari dan di praktik kan ya. ^^

      Hapus
  2. entry yang bagus dan bermanfaat kak ;D
    trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali Muthi atas kunjungannya, silakan dipelajari dan dipraktikkan ya. ^^

      Hapus
  3. wah keren. blog gua udah berbeda gak ya? duh
    ditunggu postingan lanjutan nya ya

    kalau ada waktu, main ke blogku juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya Zega. ^^ Materi di Blog kamu sudah keren-keren Kok. (y) Silakan dipelajari dan diptaktikkan ya. :D
      Oke Zega, secepatnya di Post lagi kok.

      Hapus
  4. gue suka nih tips-tips nulis dari radit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Shakti atas kunjungannya. Wuih kebenaran dong, bisa dipelajari dan dipraktikkan. :D

      Hapus
  5. Asyik, udah tiga sekuel ini aku baca. Poinnya, think different. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih, mudah-mudahan bisa jadi penulis kreatif ya Basith. :D

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!