Selasa, 18 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pemain

Event Mozaik BlogCompetition sponsored by beon.co.id.
Menatap sebentar warna putih. Entah dengan menekan pelan tuts Keyboard, atau menggenggam erat benda berisi penuh tinta. Secara sederhana kita dapat memulai apa yang dideskripsikan dengan menulis.
Menurut gue menulis itu sederhana, dimana kita menuangkan semua gagasan di dalam otak dan mengubahnya menjadi paragraf demi paragraf. Kalo kata Raditya Dika sih, semua yang menggelisahkan elo. Apapun itu, tentang cinta ketika elo diputusin lalu nyaris over dosis karena minum Paracetamol empat botol, mungkin. Atau cerita sehari-hari. Ketika lo liburan misalnya ke pantai, lalu elo ngayut dan hampir menjadi korban pelecehan ubur-ubur homo, sampai harus ditolong penjaga pantai. Semuanya!
  Untuk menjadi penulis pun cukup sederhana, banyak membaca dan Action, itu saja! A.S Laksana dalam bukunya Creative Writing mengatakan, “Dekatkan tangan Anda dengan otak Anda” dalam alinea lain, “Berikan kesempatan kepada tangan Anda untuk melakukan apa yang menjadi kesukaannya”. Bagaimana mendekatkan otak dengan tangan? Bukan berarti tangan lo selalu nempel di kepala. Banyak menulis! “Semakin banyak elo menulis, semakin dekat jarak antara otak dan tangan”, barusan pernah gue dengar dari Raditya Dika dalam Talkshownya. Selanjutnya hanya perlu konsisten menghasilkan karya demi karya.
Kita berbicara tentang seorang tokoh besar, bukan berarti perut atau badannya yang besar. Tapi perannya dimata orang lain.

DIS atau lebih dikenal dengan Dahlan Iskan. Seorang yang piawai dalam hal menulis, mengawali karirnya dari seorang wartawan. Bukan hanya melalui artikel-artikel beliau yang dimuat pada banyak surat kabar, tangan dinginnya dalam menyelesaikan suatu masalah, dengan izin Allah SWT perusahaan surat kabar Jawa Pos, melewati masa kritis. Track Recordnya yang luar biasa, membuat beliau diamanahi sebagai Dirut PT PLN (Persero). Sehingga BUMN dengan aset terbesar di Indonesia ini, dapat melalui masa krisis listrik dan bergerak lebih dinamis sekarang. Tidak berhenti disitu, pada tanggal 19 Oktober 2011, presiden RI  mempercayakan beliau untuk menjadi orang nomor satu di BUMN. Dari wartawan, CEO Jawa Pos, Dirut PT PLN (Persero) dan sekarang Menteri Negara BUMN! Beliau mengawalinya dengan menulis.
Ketika gue ke toko buku, satu baris rak berisi banyak sekali buku yang menceritakan tentang beliau. Ada yang ditulisnya sendiri, ada pula yang ditulis orang lain atas seizinnya. Tak lama, gue melengos dengan satu buku Pak DIS yang gue jepit di ketek. Melanjutkan mengamati rak demi rak lainnya dan bergumam dalam hati, “Suatu hari, buku gue harus ada disini!”. Maka dari itu, mulailah menulis. Gue percaya, setelah banyak membaca untuk menambah wawasan, kita dapat lebih memantapkannya dengan menulis. Mengingatkan pada suatu wejangan yang populer,
“Jika ingin mengenal dunia, maka membacalah. Jika ingin dikenal dunia, maka menulislah”.
Menjadi penulis, ialah keinginan yang mulai tumbuh pada awal gue melepas seragam putih abu-abu. Tantangan demi tantangan mulai menampakkan batang hidungnya, “Apa yang mau gue tulis?” Pengalaman yang memotivasi seperti Pak DIS? Tidak ada. Menjadi siswa pertukaran pelajar ke luar negeri? Toefl gue gak sampe 300. Meraih beasiswa Comlaude? Gue belum lulus. Boro-boro Comlaude, semester tiga ini, dua nilai D bertengger dengan indahnya di transkrip nilai gue. Kenapa gue jadi curhat?
Curhat! Itulah yang lebih menarik dan banyak gue terbitkan melalui blog pribadi. Misalnya, pengalaman ketika gue di tolak sebelum nembak cewek, terjebak Friendzone, sampai menelan pahit manisnya Long Distance Relationship. Itu belum seberapa, yang lebih aneh dan sampai sekarang paling gue ingat, ketika berkenalan dengan seseorang melalu sms. Ketika beberapa hari berbalas pesan dan komunikasi ini mulai mengasikkan, ternyata di seberang sana adalah seorang bencong salon. Lalu gue Shock setengah mampus. Bukan karena jenisnya berada diantara spesies laki-laki dan perempuan. Tapi karena gimana kalo gue suka terus jadian sama dia? Dan setiap malam minggu kami harus catok rambut bareng. Harap tetap duduk tenang, gue bukan homo.
Komedi adalah genre yang gue pilih. Apa yang gue punya, itulah yang gue tulis. Selebihnya gue percaya ada orang yang keanehannya setingkat atau lebih aneh lagi dari gue, membaca dan menyukainya. Sehingga kami dapat tertawa bersama. Selanjutnya adalah, membekali otak dan jari gue dengan pengetahuan. Supaya bisa dengan mudah menembus editor dan memikat manusia -aneh maupun tidak aneh- di dunia ini, hingga tanda tangan gue tergores indah di buku dengan cover tercantum nama gue,  yang baru mereka beli.





“Simpel dan apa adanya!”, seperti yang dikatakan Isaac Asimov ketika ditanya tentang rahasia konsistennya dalam menulis. Seorang penulis fiksi ilmiah berkebangsaan Amerika Serikat yang telah melahirkan lima ratus lebih buku.
Bab demi bab draf petama gue tulis dan terasa begitu berat. Di tengah tuntutan kuliah yang luar biasa menyita waktu. Terlebih lagi ketika ujian, kita disuruh memilih antara Trafic blog sepi atau ip terjun bebas. Juga terjadi pada awal bulan, antara memperbanyak stok buku bacaan, atau memperbanyak tumpukan tempe untuk makan.
Di tengah kesulitan-kesulitan yang ada, menghadiri Talkshow si Kambing Jantan pada salah satu Universitas Negeri di Jakarta, merupakan motivasi baru buat gue.
            
      “Oh sekarang elo lagi mulai nulis?”  Tanya fans berat martabak manis ini dalam sesi tanya jawab.
        “Iya Bang, gue lagi nulis draf pertama.” Jawab gue, lalu dia mulai memberikan saran.
         Bang Radit bedehem, “Oke jadi gini Ilham, hal pertama yang harus elo lakukan adalah hentikan nulis lo! Karena gue gak mau kita nanti saingan!” Pecah! seisi ruangan bercekikik ria.
         Gue anggap itu doa dan motivasi baru, dalam hati gue katakan dengan keras (seperti adegan sinetron), “Kita bakal beneran saingan nanti!”. Dengan mata melotot dan kepala turun naik.
Beberapa minggu gue seperti Spongebob Squarepants yang menemukan hal baru, benar-benar bersemangat. Minimal tiga posting dalam satu minggu di blog pribadi. Setelah itu, gue berubah menjadi tetangganya, Patrick Star, isi dikepala gue mulai kosong. Tapi untung, gue gak sedongo dia. “Sudahlah, mungkin karena lagi heboh-hebohnya buku Raditya Dika difilmkan gue jadi latah pengen nulis! Gue gak bakal bisa jadi penulis!”
Seterusnyanya gue jalani seperti air yang mengalir dari sumur ke bak mandi. Sudah pompanya sering mati, air bau ketek pula. Tidak bagus sama sekali! Sederhananya, kalo sempat ya nulis, kalo males ya... sudahalah. (Babe Cabita’s Style)
Lima puluh empat halaman draf pertama, belum lagi ditambah tiga cerpen pengalaman pribadi dan beberapa artikel absurd tentang kehidupan di sekitar gue, fantastis! Kalau digabung, sudah ¾ dari target halaman untuk draf pertama. Ternyata tanpa disadari, tulisan seperti air bau ketek ini menjadi jernih dan layak konsumsi. Karena sudah di tes di ITB dan IPB(???) Ini gak boleh berhenti! Terlanjur indah jari gue menari di atas keyboard laptop yang bunyinya sudah seperti helikopter gagal mendarat.
Ini beneran terjadi! Di tengah suasana riuh gue menoleh ke kiri, ada Kemal Pahlevi (penulis Tak Kemal Maka Tak Sayang) dan Raditya Dika (penulis Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus dll). Akhirnya gue berada satu meja dengan mereka dalam acara Meet And Greet. Bersahutan dalam mengeluarkan guyonan tentang menulis. Lalu bertukar tawa dengan paca pembaca di depan kami. Beruntung gue gak kalah lucu dari mereka berdua kala itu. Gue kira gak bakal ada yang mau minta tanda tangan gue, syukurlah ada satu dua orang yang mungkin pengelihatannya terbatas mau tanda tangan gue. Acara hari itu berakhir dengan Book Signing.
Tak lama kemudian, Handphone gue berbunyi. Tiba-tiba posisi gue berubah menjadi jomblo yang memeluk bantal guling, seketika gue sadar, bunyi tersebut adalah alarm yang membangunkan gue. Sekarang di hadapan gue adalah ruang kecil bau iler dengan beberapa pakaian kotor berserakan. Mana ada yang mau datang ke Meet And Greet dan Book Signing di tempat seperti ini. Sial itu cuma kembang tidur gue!
Sedikit pun gue gak berkecil hati, justru malah tersenyum lebar seperti orang sinting yang baru tahu kalo sebenernya dia gak sinting. Lebih dari menjadi Spongbob Squarepants, sekarang gue adalah gue sendiri! Entah berapa banyak lagi jarum jam berputar, gue akan kembali berada dalam atmoster tadi. Sekalipun gue mencoba lompat dari lantai delapan belas suatu gedung, ..... eh enggak, itu terlalu sakit. Sekalipun gue menampar pipi orang disebelah gue, gue pastikan dia marah. Lalu ketika dia balas tamparan itu dipipi gue, gue tetap tidak terbangun dari tidur sama sekali! Mudah-mudahan gue gak muncul di halaman depan suatu majalah denga judul, “Seorang penulis tampar-menampar di acara Meet And Greet!”
Jangan hanya jadi penonton, jadilah pemain. Jangan hanya jadi pembaca, jadilah penulis.
Meski pun gue belum menerbitkan buku, setidaknya blog adalah tempat dimana gue bisa memberikan kepada pembaca hasil tulisan sederhana (dan aneh) gue. So, keep blogging dan writing!

Terima kasih kepada sumber gambar:
1.http://mozaikindie.com/wp-content/uploads/2014/02/MBC-2014s.jpg
2.http://4.bp.blogspot.com/-UyN4zTwokyg/USCFi-HXBdI/AAAAAAAAAIc/0z94p6BgWzk/s1600/stand_up_comedy_indonesia.jpg
3.http://www.fromquarkstoquasars.com/wp-content/uploads/2013/10/Isaac%2BAsimov.jpg
4.http://dicommunicationcenter.com/uploads/dahlan%20iskan%202.jpg
5. http://d202m5krfqbpi5.cloudfront.net/books/1387272889l/19523721.jpg

19 komentar:

  1. Whahha... kocak kata-katanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah tertawa bersama Laila. ^^

      Hapus
  2. keep writing and do the best :))

    BalasHapus
  3. Jujur gue termotivasi ama kata-kata yang ada di kotak-kotak itu. Keren broh. Semangat terus nulisnya.

    Blogwalking : www.secerahmentari48.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. 100 % gue percaya lu jujur. Jujur Perananta kan? Hehe
      Kalo gitu yuk sama-sama semangat menulis! :D
      Meluncur ke TKP Bro.

      Hapus
  4. kocak banget tulisannya. namun, tetap bisa nambah motivasi. keren deh pokoknya. semoga menang GA nya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Arman. Aamiin, mudah-mudahan menang. Ntar gak minta traktir kan bro? :v

      Hapus
  5. Terus nulis bro,,,, :) semangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip! Kita harus sama-sama semangat! Makasih ya bro.

      Hapus
  6. waaah aku salut kamu rutin nulis blog, hehe... coba beli buku perdana kroyokan aku ya, judulnya cebok (cerita bodor koas) ada reviewnya di blogku, moga suka deh hehe^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang-kadang gak betah LDRan terlalu lama samo Blog. Hehe

      Hapus
  7. Ini lah yang gue salutin, seseorang yang berusaha ingin menggapai mimpinya. Bukan hanya sekadar wacana belaka. Tapi kudu ada yang namanya action. Dan kalau elo terus konsisten dengan apa yang lo kayak sekarang ini, gue yakin suatu saat lo bisa beneran kayak raditya dika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih Bro. Aamiin, mudah-mudahan kita sama-sama Action dan bisa menggapai mimpi. ^^

      Hapus
  8. jadi cuman mimpi kk?? hahaha...tapi gue suka gaya nulis lo semoga kali ini bisa ikut dibukukan yaaak..:) keep writing!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mimpi yang gue usahakan untuk jadi kenyataan. Terima kasih ya, aamiin. :)

      Hapus
  9. Gue jadi ketawa-ketawa sendiri bacanya haha. Keren-keren! Semoga menang yak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah tertawa bersama bro. Aamiin, mudah-mudahan doanya dikabulin. :D

      Hapus
  10. magnificent submit, very informative. I ponder why the other experts of this sector do not notice this. You must continue your writing. I am sure, you've a huge readers' base already! sign in hotmail

    BalasHapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!