Selasa, 01 April 2014

#DiesNat16STTPLN versi Gladi Bersih


  • Kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas

        Udara bertiup lebih dingin dari biasanya. Ditengah redupnya cahaya, sesekali lampu jalan membentuk bayangan seiring riuh bak lebah menggerutu.
Gila! Fiksi banget ya pembukaan gue. Haha
  Kalau diibaratkan manusia, umur 16 tahun adalah fase dimana -kalo gue- lagi labil-labilnya. Rambut mohawk jigrak kayak kulit duren musim pancaroba. Huruf sms aneh. Cyber tingkat dunia juga mungkin gak kebaca tulisan “S3JenhizZzz 1nHi3eE”. Pokoknya freak kronis. Sederhananya, mencoba banyak hal baru. Walaupun belum tentu benar.
Begitu pula dengan suatu instansi selevel kampus teknik. Kita mulai dengan #DiesNat16STTPLN ...
Namanya juga PLN Bro, gak jauh dari merah, kuning, biru.
  Jakarta Barat, 31 Maret 2014. Malam itu kampus Sekolah Tinggi Teknik PLN atau lebih dikenal STT-PLN berbeda dari biasanya. Lebih ramai, riuh akan teriak dan gelak tawa, namun terbalut dalam gelap. Ada yang menyibukkan tangan dengan simpul tali, kabel sound system menata panggung, hingga seperti kecoa tanpa antena dikepala. Mutar-muter tak karuan, dengan beberapa lembar kertas ditangannya.
Lebih dari lima puluh manusia tumpah disana dengan warna berbeda. Ada yang berambut keriting, berlogat halus dan ada juga, yang kalau ngomong seperti toa mahasiswa orasi pas demo. Singkatnya “Kagak Nyatei!”.
Kami gugup, tapi tahu bahwa semua harus dibungkus dengan kesenangan. Hari besar itu akan tiba besok, pembukaan #DiesNat16STTPLN...
  Tak boleh bersantai ria atau ongkang kaki sendiri, apalagi kaki orang lain. Pukul 00:00, manusia dengan jenis suara tenor, bariton atau bas, sebagian masih sibuk dengan tangga hingga beberapa vas bunga. Tak ingin kami tunda, “malam ini panggung harus beres!” Kami sepakat!
        Meski tanpa kopi malam itu, kadang-kadang canda ketua pelaksana seperti sebatang korek api menganjal, pada masing-masing kelopak mata. Walau tubuhnya masih belum segar betul, dia masih bisa lari sana, lari sini. Sesekali kejar-kejaran seperti adegan FTV. Hanya bedanya, dengan sandal yang melayang dan senyum ngenes. Yang dilempar pun tak masalah, masih dengan tampang dijelek-jelekin dari kejauhan. Atau mungkin memang wajahnya sudah jelek gue dak ngerti.
        Belum selesai sampai disitu, terkadang orang nomor satu diacara ini mengeluarkan suara -yang tidak bisa disebut- emasnya. Tak beda jauh dengan suara kucing gagal kawin. Atau dia satu family dengan kucing? Mungkin tidak, hanya dia memang spesies yang terbatas. Namun tak sampai dilindungi.
        Briefing akhir cukuplah mengobarkan semangat kami besok, seiring matahari bersinar maksimal dan bayangan kami terlihat memendek.
       #DiesNat16STTPLN... Kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas!!!
Yuk bayangin Hashtag-nya! Biar dibilang anat "Tcuwiderrr"
#logatbule

   Iyaa... sekian #DiesNatSTTPLN versi Gladi Bersih. Nantikan versi-versi berikutnya ya! Silahkan tinggalkan kesan dengan berkomentar teman-teman! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!