Minggu, 20 Juli 2014

PASTI PERASAAN YANG MEMBESAR-BESARKAN

Siapa yang terlalu bodoh dengan keadaan seperti ini. Seperti Pop Corn yang meletup, kalau kata JKT48. Gue tambahkan, ketika benda empuk ini menabrak dinding beling. Persis perasaan gue. Jagung lembut yang seperti dipermainkan fatamogana. Kuda-kudanya seolah percuma, tertahan kaca bening. Padahal seharusnya dia bisa terbang.

Beberapa kali samar itu menuntun gue mendekat. Sontak masa lalu mengalahkan semuanya. Menyambar angan, menggambarkan dengan buruk, apa yang akan semesta buat di depan.

Ah, pasti hanya perasaan yang membesar-besarkan. Tapi deduksi tak terbantahkan oleh akal, kalau dia masih sehat.

Ah, pasti hanya perasaan yang membesar-besarkan. Tapi siapa yang hati lunaknya tak melebur, terlalu lama menunggu matahari. Kadang muncul dan beberapa waktu menghilang.

Ah, pasti hanya perasaan yang membesar-besarkan. Ketika kalimat 'gue suka lo', memaksa gue menghafal, cinta cuma buat orang yg mampu. Mampu mencintai, dicintai, menyakiti dan bebagi.

Tak ada yg hatinya terlalu dingin terhadap cinta.Mustahil pula, pipi tak merona, ketika seseorang menyambut di relung hati. Tak ada manusia yang tak pernah merasa sakit. Bukan tak mau berbagi, hanya saja, jutaan sel pada otak luar biasa yang diciptakan sang maha bisa, kesulitan mencari, material apa yang bisa dibagi sekarang. Ah, pasti hanya perasaan yang membesar-besarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!