Sabtu, 30 Agustus 2014

Semester Lima yang Mendebarkan

Selamat malam semua, baik yang sudah pernah baca, atau baru nyasar kali ini juga. Pertama gue mau ngucapin selamat malam minggu buat kalian yang punya pasangan. Semoga malam minggunya menyenangkan. (Ini tumben, pembukaan gue ramah banget)

Buat yang jomblo, tenang aja gue gak akan mengusik, entah di galaksi mana kalian bersembunyi sekarang. Mudah-mudahan kita gak satu planet!

Setelah tiga puluh empat hari gak nge-blog, akhirnya gue kembali bisa nyapa kalian. Ini semua karena kesibukan nulis fiksi komedi enam puluh halaman yang gue kerjakan, buat ikutan lomba menulis dari penerbit Bukune. Gue gak nyangka kita bakal dipertemukan lagi. Setelah kemarin, jari-jari gue dipaksa terpanaskan oleh balsem, sumpah pegel banget!
Balsem itu panas ya, ternyata. Padahal awalnya adem. Kayak friendzone aja!
Mungkin akan menjadi posting terkahir gue di Palembang, pada tahun ini. Karena besok, gue sudah harus kembali ke kota perantauan yang menyebabkan gue deg-degan.

Bukan, bukan karena macet atau banjir yang bisa meluluhlantakan kota, beserta jomblo-jomblonya (ini juga serem sebenarnya). Tapi karena gue sudah memasuki semester lima. Iyalah semester terakhir gue belajar dikelas. Karena nanti, pada semester enam semestinya gue sudah kerja magang.

Terus, kenapa gue deg-degan? Bukannya sudah mendekati kelulusan? Karena takut pas sidang tugas akhir nanti, gak ada yang beliin kemeja bertuliskan 'Good luck sidangnya calon imamku!' pake smiles cium satu lusin? BUKAN!!!

Dentuman yang tak henti, pada rongga dada gue ini, disebabkan karena pernah gagal pada semester tiga. Menghasilkan nilai D untuk dua mata kuliah dan terpaksa menghabiskan libur (yang seharusnya gue bisa ketemu mantan di kampung halaman) dengan semester pendek. Gue gak pengen kegagalan itu terulang. Karena gue harus lulus, tepat tiga tahun! Agar kontrak gue dengan salah satu bumn, dengan aset terbesar di Indonesia, tidak batal. Sebagaimana tertulis,
Makanya gue deg-degan banget sob. Apalagi, salah satu penyebab gue gagal di semester tiga, adalah karena absen yang bolong-bolong lantaran sering begadang dan males bangun pagi. Kabar buruknya, di semester lima ini, dari enam hari kuliah, empat harinya gue kebagian kelas pukul 08:00. Sebuah tantangan buat gue! Kenapa? Karena suatu hal yang hampir mustahil, semustahil jus wortel berubah rasa jadi pepsi, gue gak tidur lagi sehabis sholat subuh. Itu yang bikin gue kebablasan tidur.
Melalui posting yang seratus persen curhat, sebagaimana seratus persennya pendapat ahli kalo bumi itu bulat dan masih banyak orang yang mengeluhkan nasibnya, lantaran sering merindu tak terbalas. Gue harap, kalian mengerti perasaan gue sob dan memaklumi curhatan ini. Sekaligus, gue meminta maaf karena daritadi ngehina jomblo terus. Mudah-mudahan bukan pelanggaran hak asasi manusia. Sebagaimana orang yang menekan tombol visit pada path, sekarang bisa saja disebut pelanggaran HAM, dengan tuduhan mengganggu ketentraman orang lain.
Bersama posting ini, gue berharap bisa menjadi motivasi agar lebih giat dalam mencari pacar, maksud gue ilmu.
Selamat Datang Semester Lima!

Buat kamu yang suka makanan khas cina, jangan lupa klik iklan disamping. Barangkali cocok. ^^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!