Sabtu, 11 Oktober 2014

#SatNitPost : Sekelumit Tentang Haters

Banyak yang bilang kalau dibalik kesuksesan seseorang, ada peran manusia lain didalamnya. Tentu, gue sepakat. Pelaku intervensi itu sendiri terbagi menjadi dua klasifikasi, motivator dan Haters. Seseorang yang mungkin pernah bilang sama kamu, 'Tenang! Tahun ini lo pasti lulus. Banyak kok orang yang kuliah 12 tahun, terus jadi sukses!', makhluk ini tergolong motivator. Di sisi lain, 'Ah doi bisa lulus tiga setengah tahun, paling karena rektor itu selingkuhan nyokapnya!', manusia ini tergolong Haters. Dan brengsek!

Menurut gue sendiri, Haters dapat didefinisikan sebagai seseorang atau kelompok manusia, jin dan sebangsanya, yang selalu memandang dan memberikan komentar negatif tentang kamu.  

Buat sob-sob semua yang mungkin sudah jengkel banget karena punya Haters atau jenis lain yang tergolong, bawaannya kalo ngelat dia pengen bikin oseng-oseng lidah manusia, ada beberapa cara yang mungkin dapat kamu lalukan.

1. Capai Apapun Sebaik Mungkin

Tak ada manusia yang sempurna. Tanggal 9 Juni 2013, gue pernah bikin twit, 'Sepandai-pandai tupai melompat akan kelelahan juga sehingga terjatuh atau minimal cari minum.' Artinya memang tak ada orang yang bisa menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin. Tapi paling tidak, dengan melakukan hal sebaik yang kamu bisa, akan menutup celah Haters untuk mencari kesalahanmu. Sehingga dia lelah dan tenggelam di rawa-rawa.

2. Tutup Telingamu dan Katakan
Di depan wajahnya, jika tahu Haters kamu siapa, 'Gue bukan manusia berpendengan lumba-lumba, yang dengan mudah mencerna omongan lo. Jadi, terserah mau ngomong apa!' Kalo bisa sambil mengaktifkan reaktor nuklir di depan mukanya.

Ingat! Ngomong, sms, bbm, telepati atau surat-suratan langsung. Jangan twit war atau perang di status bbm. Kenapa? Karena itu sama dengan menceritakan keburukan dia ke orang lain. Artinya kamu sudah selangkah lebih maju, untuk menjadi Haters baginya.

Selain dua hal tadi, gue juga punya saran, apa semestinya yang dilakukan oleh Haters. Ini karena gue peduli dan sayang sama kalian. #uuuh #sosweet

Jangan mau dibikin Capek

Satu hal yang sudah pasti lazim dilakukan oleh Haters di belahan bumi mana pun, ialah ngegosip. Tentunya membicarakan sesuatu yang mereka tidak sukai. Udahlah, sob. Jangan mau dibikin capek sama orang yang kalian gosipin. Kamu Haters klub bola, misalnya.

Sebuah akun Haters, update sekali tentang keburukan-keburukan klub bola yang dibencinya. Karena isi pemainnya kayak cabe-cabean semua, misalnya. Gini ya sob. Menurut gue daripada capek terus nge-twit atau update berita tentang kejelekan, mending akunnya diganti menjadi Fans Club tim yang kamu sukai. Lebih bermanfaat, membahas prestasi dan berita-berita ter-update klub bola yang disukai. Bagaimana? Belom lagi kamu harus debat dengan Fans dari klub yang kalian ejek. Capek, kan jadi Haters?

Contoh lainnya. Misal kamu benci banget sama seseorang. Entah itu di BBM, Twitter, Path, Facebook, Friendster sampai MIRC, daripada kamu ngegosipin tentang update-an si doi sama temen-temen sepergosipan kamu, mending di delcont, unfollow, remove pertemanan, block dan lain-lain. Dibandingkan kamu harus capek ngeliat dia update sesuatu, terus rahang dibikin hampir patah buat ngomongin dia. 

Menekan sekali tombol delcont, unfollow, remove pertemanan, block, yang jadi totalnya empat tombol, akan lebih mengehemat tenaga dan uang kamu dibandingkan ngetik berkarakter-karakter buat ngegosip. Apalagi harus sampai ke salon, untuk ngasih penertral ke jari biar gak keriting. Bener gak, sih?

Sebagaimana Yin dan Yang, kutup utara dan selatan, negatif dan positif, bumi tak akan berlangsung seperti sekarang, tanpa keseimbangan itu. Haters, walaupun terkesan selalu memandang postif sesuatu yang dibencinya, ternyata Haters punyai sisi positif. Apa itu?

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah chat dengan seseorang, gue bilang gini,

"Apa gue bikin Haters buat diri sendiri ya?"
"Hah? Buat apa?" Tanya dia terheran.
"Iya, kayaknya gue butuh Haters dalam hidup. Biar ada yang koreksi aja, soalnya kan Haters itu sering mencari kesalahan kita. Kalo kita emang salah kan, bisa diperbaiki dong? Kalo seandainya kita bener tapi disalahin, yaudah gak usah denger." Jelas gue panjang lebar.
"Tapi keliatannya kayak orang putus asa."

Bener gak sih sob pandangan gue?

Pada intinya, itulah sekelumit pendapat gue tentang Haters Untuk menutup #SatNitePost tentang Haters kali ini, gue mengutip sebuah quote dari acara Talkshow Hitam Putih,

Juga tentang Haters yang seperti sudah menjadi kultur di Indonesia, gue sependapat dengan perkataan seorang akademisi,
Anies Baswedan, pendapatnya mengenai media, saat panas-panasnya itu politik di Indonesia, beberapa bulan silam. 

Sumber gambar terkait:
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/15/152136/540x270/lamela-messi-pemain-terbaik-di-dunia-20130215090002.jpg
http://www.harborfreight.com/media/catalog/product/cache/1/image/9df78eab33525d08d6e5fb8d27136e95/i/m/image_12539.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-NGmC2mjdQsc/TfL5eAXgfOI/AAAAAAAAAGk/9DNQEr32wNo/s1600/city5-00202.jpg
http://media.infospesial.net/image/showbiz/p/show-tunggal-jadi-aksi-terakhir-deddy-corbuzier-di-dunia-sulap.jpg
http://assets.kompas.com/data/photo/2014/01/30/093910620140129RAM17780x390.jpg

2 komentar:

  1. anies baswewdan nya keren!!!! eniwei postigan nya bermanfaat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan beliau bisa jadi Menteri Pendidikan. Hehe Makasih udah blogwalking!

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!