Rabu, 31 Desember 2014

#MEmoryeah2014 : Tahun Pahit Manis Menulis

Hanya beberapa kali lagi jam digital menganti angka-angkanya, langit diluar rumah kawancut akan ramai oleh ledakan yang membuat telinga pekak. Namun indah dilihat. Karena kilatan warna-warni saling bersahutan. Tidur pun tak akan nyenyak. Aroma daging bakar, begitu cair untuk membuat kita mengecap lidah. Belum lagi pedas manis rasa jagung bakar. Uh, pasti sedap!

Esensi dari awal tahun seharusnya bukan hanya tentang hura-hura. Banyak yang kita lewati, pasti tidak sedikit hal yang mestinya disyukuri juga instropeksi.

Walaupun hidup ditengah semberawutnya ibukota, ada ratusan bahkan ribuan hal yang layak gue syukuri. Mulai dari hidup mandiri, belajar makan daun seledri, sampai beberapa tips menghindari tukang parkir di depan mesin ATM.

Lain lagi dengan, tak bisa bertahan lama setelah sholat subuh, hampir selalu tidur di siang bolong, sampai begadang hingga larut malam, adalah sedikit dari banyak hal yang mesti dikoreksi.

Pertama, banyak yang bilang, kalau tidur sehabis subuh itu menutup pintu rezeki.
Kedua, sebenarnya gue bukan orang yang suka dengan tidur siang. Namun belakangan hal tersebut menjadi kebiasaan. Karena imbas dari bermalas-malas di kala siang adalah jadi zombie sampai tengah malam.

Ketiga, gue tertegun dengan perkaraan Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan RI, ‘Anak muda jaman sekarang kan sukanya ngopi, bisa sampai tiga jam. Saran saya, kurangi waktunya. Ngopi satu jam saja, yang dua jamnya dipakai untuk kerja.’  kata beliau membuat gue mematung di depan layar kaca Mata Najwa episode DARI ACEH UNTUK NEGERI.

Hal yang Ibu Susi bilang ‘ngopi’, gue tangkap lebih ke arah ‘nongkrong’. Karena sejatinya benar dan sering gue alami. Kerja tugas 30 menit, sisanya ngobrol sambil ngopi-ngopi ganteng sampai ada kantung ajaib Doraemon di mata. Bisa menampung apa saja.

Tak ada salahnya kita melihat kebelakang, tentang kurang lebih 365 yang telah dilewati. Bukan waktu yang sedikit untuk melewati banyak memori.

PALING BAHAGIA

Hidup di tahun 2014 dengan datar-datar saja, tentu tak sulit mengingat beberapa kenangan, apalagi untuk yang paling membahagiakan. Kabar gembira ini datang dari dunia kepenulisan dan Blogging. Kurang membahagiakan apalagi coba untuk salah satu member Kancut Keblenger?
Diatas adalah penggalan artikel yang gue muat di Blog pribadi, guna berpartisipasi dalam lomba yang diadakan Blogdetik bekerja sama dengan PT PLN (Persero). Kompetisi ini bertujuan memacu semangat dan ide-ide baru seluruh jajaran pegawai Perusahaan Listrik Negara ini. Juga untuk memeriahkan Hari Listrik Nasional ke-69.

Berkuliah di Sekolah Tinggi Teknik milik Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero), membuat gue tahu sedikit tentang bagaimana PLN. Berbekal itulah, gue yakin artikel berjudul ‘Stabilisasi Perusahaan Galakkan Penelitian’ ini dapat menembus paling tidak 69 besar. Sejumlah pemenang yang nantinya akan ditentukan oleh penyelenggara.

Rabu (24/10/2014), ketika mentari belum seberapa menor naik ke ubun-ubun, iseng-iseng gue cek halaman pengumuman pemenang lomba yang memang sudah dijadwalkan tanggal segitu.

Senang bukan kepalang, artikel sederhana sebagian berisi unek-unek yang telah lama tak tersampaikan kepada BUMN penguasa listrik tercinta ini, terpilih menjadi pemenang!
Memang bukan hal luar biasa bagi rekan-rekan semua yang sudah malang-melintang dan jago-jago dalam menulis. Tapi yang bikin bahagia, ini adalah kali pertama gue menang, setelah mengikuti tujuh kompetisi menulis. Terlebih lagi, katanya, total artikel yang berkompetisi adalah lebih dari seribu. Gue sendiri gak percaya, tapi begitulah yang tertulis di halaman pengumuman pemenang lomba Ideku Untuk PLN.
Kemenangan pertama yang memacu gairah dalam hal menulis. Terutama jenis artikel, bukan fiksi yang membuat pembaca haha-hehe. Walaupun sebenarnya gue lebih ingin tulisan berbentuk fiksi sebagai kemenangan pertama dalam kompetisi kepenulisan.

Ternyata gairah yang menggebuh-gebuh itu tak bertahan lama.

PALING SEDIH

Dua bulan berselang, tepatnya tanggal 5 desember 2014, pengumuman pemenang KAMFRET BUKUNE bak petir ditengah konser NETRAL. Kebetulan saat itu band rock beranggotakan Bagus, Choki dan Eno memang tengah membuat kami meloncat-loncat.

Naskah novel fiksi komedi yang telah gue poles selama dua bulan, gagal terbit. Lebih parah lagi, mungkin langsung dimentahkan oleh penyelenggara. Karena isinya memang jelek banget. Ah, sungguh mengecewakan rasanya. Rencana pesta martabak manis malam itu pun gagal. Pasalnya, gue sudah janji sama teman-teman, bakal ntraktir mereka martabak manis, jika menang.

Meski gagal, syukurlah dompet gue aman dari ancaman mulut-mulut rakus mereka!


Pada salah satu buku yang pernah gue baca, tertulis, J.K Rowling sang penghasil jutaan dollar lewat Harry Potter-nya, tak begitu saja diterima naskahnya. Ternyata benar, bukan sekali dua kali, rupanya empat belas kali ditolak. Juga masih banyak lagi penulia hebat, yang ditolak naskahnya tidak puluhan, bahkan ratusan kali. Aih, ngerinyaaaa!
Ngeri mana sama selfie gue pas begadang?
Jadi, tak ada alasan untuk mendung dalam waktu lama. Jika hidup masih panjang, tentu banyak paragraf karya gue yang bakal terpajang, di toko-toko buku tersayang.

Walau desahan hati begitu berat, seperti tertanam tak mau pergi, malam itu gue masih dengan berlapang dada, membuat posting Blog. Memberikan ucapan selamat kepada pemenang.

Bahagia, sedih, pahit, manis dan apapun itu, kita patut berterima kasih kepada tuhan. Karena telah memberikan 2014 yang sebenarnya terbaik. Hanya saja, kadang kita melewatinya dengan kurang bagus.

2 komentar:

  1. Selamaatt yaa berjuang terus bikin bukunya kalo suatu saat udah terbit traktir traktir kawancut semuanya ya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mutia, harus sama-sama berjuang! XD

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!