Minggu, 25 Januari 2015

Belajar ke Pinggir Sungai Musi

Selasa, 20 Januari 2014 kemarin, praktik menutup lembar akademik saya di perkuliah semester lima. Tingkatan yang bukan main-main. Gagal satu mata kuliah saja, bisa terancam tak lulus tepat waktu. Tak hanya itu, ujian mata kuliah Hukum Ketenagakerjaan lima hari yang lalu, menjadi akhir bertatap muka dengan pengawas, apalagi dosen pengajar.

Senang dong bisa liburan?

Tak ada waktu untuk itu. Pasalnya rabu, 28 Januari mendatang saya masih harus mengikuti evaluasi atau semacam Hard Competency dari PT PLN (Persero). Bukan sesuatu yang menegangkan untuk mahasiswa D3K PLN seperti saya. Tp harga diri Sekolah Tinggi Teknik anak dari Yayasan Pendidikan Kesejahteraan PT PLN (Persero) dan jurusan Teknik Mesin di pertaruhkan. Tentang bagaimana kualitas pembelajaran di kampus ini.

Setelah itu, baru bisa libur akhir semester, dong?

Iya. Tepat sekali. Tapi hanya empat hari. Karena senin, 2 Pebruari 2015, saya dan dua orang teman satu kelas saya akan bertolak ke tempat belajar baru. Jauh dari diktat tebal yang membuat pening, goresan mantra di papan tulis, apalagi lagu nina bobo yang sering dilantunkan pengajar.

Bunyi putaran turbin gas dan uap sekian ribu rpm, serta panel-panel indikator pada ruang kontrol, adalah tempat kami mengasah kecakapan di lapangan kerja dan mengimplementasikan hasil belajar selama 2,5 tahun di kampus. Baik teori maupun praktik. Paling penting ialah jangan bikin malu. Karena sejatinya mahasiswa diploma tiga, sudah harus terbiasa mandi keringat di lapangan.

PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Keramasan melalui surat balasannya, telah siap menampung kami sebagai mahasiswa magangnya. Hanya 30-45 menit dari rumah saya, kalau berangkat pagi-pagi sekali. Meminimkan resiko terjebak kemacetan di beberapa titik ibukota Sumatera Selatan.

Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap yang cerobongnya terpancang tinggi, terlihat gagah dari Benteng Kuto Besak ini adalah salah satu PLTGU mutakhir yang ada di Indonesia. Pas sekali sebagai tempat belajar. Apalagi, mesin berbahan bakar gas ini, dengan combine cycle-nya efisien, hingga mampu menginjak angka 60%.

Mudah-mudahan, menjadi mahasiswa magang selama lebih kurang tiga bulan kedepan, akan banyak ilmu yang didapat dan terus menerus digali. Berkenaan dengan presentasi laporan magang, proyek akhir dan lain-lain, semoga Allah memberikan kelancaran dan kemudahan. Sekalipun kesulitan yang ditemui, itu adalah cara tuhan memperbaiki kualitas diri hambanya. Sebagaimana pedang seorang ksatria yang tidak akan ditempa dengan mudah. Kuncinya hanya satu, Kerja Keras!

(Dibuat tanggal 25 Januari 2015)

2 komentar:

  1. Banyak bener kata-kata yang berhubungan sama teknik kaga ngerti nih --a
    Tetep semangat ya ikutan magangnya + semoga kuliahnya lancar aja deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoklah kuliah teknik, pasti ngerti. :D
      Harus semangat! Aamiin, makasih Niken.

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!