Senin, 21 Desember 2015

#CAPER: Coretan di atas Materai

Pagi mulai naik walau matahari belum terlalu tinggi. Senin, 30 November 2015.

Mengawali cerita sekitar lima puluh putra putri terbaik bangsa untuk bergabung bersama perusahaan setrum PT PLN (Persero), mengabdikan diri kepada negara untuk menerangi Sabang sampai Marauke.

Sumeringah jelas terpancar dari wajah kami. Karena hari itu adalah garis mulai bagi kami untuk sepakat dengan perjanjian-perjanjian dalam kontrak pendidikan prajabatan dan ikatan kerja.

Pukul 08:00, sesuai dengan waktu pertemuan yang tercantum pada undangan, kami mendapat sambutan dari meja registrasi oleh lima pegawai PT PLN (Persero) Distribusi Wilayah Jakarta Raya dan Tangerang berpakaian necis dengan kemaja putih dan celana bahan hitam. Sepatu vantofel mereka pun tak kalah mengkilat.
Tak lama antre dengan agak karut-marut, satu per satu calon peserta diklat prajabatan masuk ke ruangan rapat berluas sekitar 100 meter persegi dengan pendingin ruangan yang luar biasa, cukup membuat 'beser'. Kursi dan meja bermikrofon tersusun rapi disana membentuk huruf U menghadap kemeja utama para petinggi rapat. Dua lapis huruf U membuat kapasitas ruangan ini cukup untuk lebih dari lima puluh orang.

Bincang-bincang menarik terjadi disana, terutama kalau sudah berurusan dengan gaji pegawai setrum yang ditaksir 'cukup' saja. Lalu setelah diskusi menyenangkan tersebut, barulah kami menandatangani delapan belas pasal perjanjian dalam delapan lembar kertas. Dimana pada lembar pertama logo petir yang selalu kami banggakan terpajang megah.

Dengan begitu hati-hati, kami coret separuh dari materai 6000 diatas nama terang masing-masing, awal dari pengikatan diri sebagai siswa peserta diklat prajabatan PT PLN (Persero) angkatan 50.
Lega sekali rasanya, sudah menandatangani kontrak diklat prajabatan dan ikatan kerja. Walau hal lebih 'seru' menanti di depan kami tanggal 14 desember 2015 yang merupakan rangkaian awal kegiatan diklat prajabatan, yaitu kesamaptaan di PUSDIKPOM Cimahi, Jawa Barat.

Bagaimana 'keseruan' kami digembleng oleh tentara-tentara bertubuh kekar? Simak di #CAPER edisi berikutnya ya, teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!