Jumat, 05 Februari 2016

#CAPER: My 'Trip' My Adventure

Sebetulnya bukan pekan ini. Tetapi pekan kemarin. Tujuh hari yang benar-benar sibuk. Bahkan untuk menulis edisi caper berikut saja tidak bisa. Malahan, edisi sebelumnya tidak di-post tepat waktu.

Walau 7 x 24 jam yang saya maksud hanya diisi oleh dua kegiatan, yaitu praktik Simulator dan Site Visit, cukup menyita tenaga, pikiran dan angan-angan saya, beserta teman-teman sekalas lainnya, tentang istirahat panjang.

Dimulai dengan praktik simulator sistem BOP atau sistem penunjang pada pusat listrik tenaga uap (PLTU), dalam hal ini proses desalinasi dan demineralisasi untuk Make Up Water pengisi Boiler.


Tenyata praktik simulator betul-betul tidak sesederhana yang saya pikirkan. Apalagi di pekan yang sekarang ini, kami mulai melakukan simulasi Cold Start Up PLTU hingga sinkron dengan jaringan dan mencapai Full Load (beban penuh). Sehingga mencuat selogan dalam kelas kami, 'My 'Trip' My Adventure' yang artinya, kalau belum 'trip (mati/gagal operasi)', maka belum dinamakan perjuangan. Tetapi syukurlah, kami menjalani praktik menggunakan simulator dengan sangat baik. Bahkan instruk kami Pengoperasian PLTU kami, Pak Gama, mengatakan, 'Untuk siswa prajabatan dengan waktu yang diberikan hanya sedikit, sudah mencapai sinkron saja sudah bagus'.

Tentu saja kami tidak hanya mencapai sinkron, tetapi sudah mengatur beban dan beberapa step berikutanya. Itu artinya, paling tidak kami sudah diatas rata-rata yang ditargetkan. Walau hanya sedikit saja.

Ptaktik simulator memang tidak bisa dibandingkan dengan mata pelajaran Site Visit atau kunjungan lansung ke unit pusat listrik. Jika di simulator kami hanya duduk manis, panik karena pompa atau unit trip, menjaga Set Point tertentu sambil sesekali guyon layaknya seorang operator Control Room betulan, sampai kedinginan oleh udara AC, Site Visit benar-benar lain.

PLTU Suralaya mungkin telah tersohor sebagai salah satu pusat listrik bertenaga uap yang memasok listrik dengan sangat besar di Indonesia. Bisa dibayangkan betul, bagaimana rasanya mengitari PLTU berkapasitas total 3400 MW ini dengan berjalan kaki, selama 16 jam pelajaran yang dibagi menjadi dua hari.
Di hari pertama, kunjungan ke unit alat penunjang PLTU saja, kami sudah kecapekan apalagi ditambah dengan terus-terusan menghirup serbuk batu bara yang beterbangan di area unit pembangkit. Betul-betul tidak nyaman dan membuat pusing.


Lalu pada hari kedua, kami harus naik ke puncak tertinggi Boiler PLTU Suralaya dengan ketinggian lebih dari 55 meter, yaitu pada Boiler Drum. Karena kunjungan kali ini, giliran mesin pembangkit yang kami ajak berkenalan, dari setiap sistem pada PLTU. Mulai dari sistem bahan bakar, udara pembakaran, pelumasan, udara dan gas buang, siklus air-uap dan segala tetek bengek lainnya.

Memang betul petuah yang mengatakan, 'Ala bisa karena biasa'. Karena kami belum terbiasa, mondar-mandir di area pembangkitan memang sangat melelahkan rasanya. Tetapi kami menikmati setiap langkah yang menerbangkan sebuk baru bara yang ada di ranah serta mengotori sepatu Safety pemberian PT PLN (Persero) kepada kami. Helm oren yang selalu kami kenakan sebagai APD (Alat Pelindung Diri) dan Name Tag yang menggantung di leher, akan selalu menjadi kebanggan. Ternyata begitu hebat dan mulianya pekerjaan kami, jika dimulai dengan niat ibadah dan Bismillah. Berusaha menerangi Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Serta yang paling penting, mendorong kemajuan ekonomi negara Indonesia tercinta.


'Semangat kerja kami, adalah energi (yang tak pernah habis) untuk melistriki nusantara.' -Selogan PT PLN (Persero) dalam Hari Listrik Nasional ke 67 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!