Sabtu, 20 Februari 2016

Hobi yang Dibayar

Petang hari rabu, 10 februari 2016 lalu, saya tengah capek-capeknya habis bermain futsal. Kadang, jika pelajaran di Udiklat lebih cepat selesai barang tiga puluh menit saja, kami pasti buru-buru ke lapangan futsal untuk mencari kesenangan dan mengasah kemampuan mengolah bola.

Kurang lebih selama satu jam dari pukul 17, setelah capek bermain puas, dalam keadaan masih berkeringan tipis, saya kembali ke tempat tidur dan langsung cek handphone. Biasa memang, muda-mudi masa kini, kadang tak lega kalau lama tak memegang Smartphone-nya.

Saya terkaget-kaget karena pada layar hp saya, muncul gambar seperti ini:
Setengah tak percaya rasanya. Dalam hati pertama kali, 'Ah ini cuma penipuan'. Ndak mungkin blog ecek-ecek macam punya saya ditawari kerjasama. Sebelumnya, sudah pernah ada hal semacam ini, tapi hanya di bagian komen salah satu posting blog. Maka tak saya gubris.

Saya mengetik pada layar balasan dan hapus lagi. Begitu saja diulang beberapa kali dengan isi yang sama. Kira-kira, mana kalimat yang tepat untuk secara halus, bertanya ini penipuan atau bukan. Walau sebetulnya, dibayar atau tidak nantinya setelah saya posting artikel yang bersangkutan, saya ikhlas. Tapi memang perlu sedikit 'jual mahal' biar tetap keren.

'Saya sangat tertarik. Tapi mohon maaf sebelumnya, bagaimana saya bisa percaya dengan penawaran ini?' Pukul 19:00, pesan baru saya balas. Padahal, di pesan tercantum, ditunggu balasan secepatnya. Hal inilah yang membuat saya semakin deg-degan. Email saya tak kunjung dibalas, sampai lewat tengah malam. Padahal, hampir tiap sepuluh menit saya cek hp terus. Barangkali ada balasan dari Mbak Istiadina.

Dua hal terbesar yang mengahantui pikiran saya. Pertama, saya lambat membalas sehingga job sudah diberikan ke blogger lain. Ditambah lagi, saya seolah tak percaya dengan penawaran mereka.

Semakin membuat pasrah, yasudahlah. Mungkin memang buka rezeki. Lalu saya tidur saja. Daripada larut-larut, job lewat, kantung mata makin tebal.

Ternyata tidur tak serta-merta membuat amnesia otak kita, dari masalah yang terjadi sebelumnya. Suralaya tengah dingin-dinginnya karena musim penghujan telah datang dan hati saya ternyata memiliki temperatur yang tak begitu berbeda. Jauh dari kehangatan, pikiran masih terbelenggu oleh kejadian petang kemarin. Mungkin tidak ya, pesan saya akan dibalas. Maklum, ini pertama kali saya mendapat penawaran serius.

Ya, memang serius. Saya telah survei di beberapa Blog, optify.co.id memang betul sering bekerja sama dengan kami yang gemar menulis, untuk memposting artikel komersial. Jadilah 'ocehan' instruktur sambil menggoreskan spidolnya di whiteboard, sama sekali tidak menarik.

10:21, saya hampir melompat dari bangku, sambil mengepalkan tangan dan teriakan, 'yes'. Mbak-mbak dari optify.co.id ternyata dengan santun membalas pesan saya. Tanpa panjang lebar karena takut membuang kesempatan lagi, kami sepakat dan Mbak Istiadina mengirimkan draft tulisan bertema makanan khas imlek yang mesti saya posting.

Ternyata gampang saja. Boleh saya post tanpa langsung diedit, atau sah-sah saja pula, jika saya ubah gaya tulisannya sehingga menjadi khas ilhamsliterature.com. Lalu saya pilih yang kedua. Kesannya lebih serius menggarap sesuatu dan berdedikasi untuk 'budget' yang akan saya dapatkan. 
Teman-teman bisa lihat hasil tulisan saya disini.

Masih dalam euforia, saya pun sebetulnya masih terheran-heran, kenapa bisa-bisanya ilhamsliterature.com diajak berkerja sama. Saya penulis biasa, konten blog tidak ada yang komersial sebelumnya, SEO saya tidak mengerti dan kelemahan-kelemahan lain dari blog pribadi saya. Tetapi memang sekarang saya tengah rajin-rajinnya menulis di blog. Rata-rata seminggu sekali. Biasa lebih malah. Untuk menghibur diri saja, sambil membuat serial #CAPER yang bisa teman-teman lihat disini. Ternyata betul yang dikatakan para blogger senior.

'Sudah, tidak usah susah-susah pikir jadi apa tulisan di blog. Paling penting adalah konsisten dan tetap rajin nulis sehingga tetap eksis. Bagus atau jelak, toh semakin sering menulis, semakin banyak karya kita di dunia maya. Yang jelek, masih lebih baik daripada tidak berkarya sama sekali.' Walaupun ndak persis, yang jelas begitulah.

Walaupun hanya sedikit, memang betul, hobi yang dibayar itu paling enak dinikmati sebagai pekerjaan. Mudahan-mudahan kedepannya, semakin banyak job menulis yang bisa saya kerjakan. Tidak semata-mata karena uang, sih. Eksis di dunia Blogging saja saya sudah senang.







 'Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.'
Raditya Dika

8 komentar:

  1. Bener bangettt. Kalo udah hobi mah kayak nggak kerja, jadi enjoy ngelakuinnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Jadi bikin lebih semangat untuk berkarya tulis.

      Hapus
  2. Seperti kata
    "love waht you do, do what you love".

    BalasHapus
  3. Wah gue banget ni. Gue dpt job kayak gitu, continue lagi. waktu fleksibel, dan yang gue dpt dr bbrpa web selain uang jg voucher belanja dan makan haha emang ya paling enak dpt duit dr hobi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah enak dong ya. Semoga rezeki saya di menulis bisa seperti kamu ya. Hehe

      Hapus
  4. Ini macam siklus yg berputar2 tapi tetep membangakan diri sendiri walaupun hanya sekedar untuk makan itu udah sujud syukur :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Walaupun sedikit, kalau dari usaha sendiri dan hobi sendiri itu rasanya enak.

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!