Senin, 18 April 2016

#CAPER: Kembali ke Jalur

Rasanya ndak ada yang lebih cocok selain sapaan, "Halo, guys." untuk #CAPER yang mulai terlupakan, atau sengaja dilupakan terlebih dahulu ini. Sibuk memang tak seharusnya menjadi alasan untuk tidak konsisten menulis. Tetapi kadang-kadang keadaannya memang susah.

Menjelang akhir OJT telah memasuki masa-masa sulit. Maksudnya bukan seperti saya kesulitan dalam menjalani hidup, depresi sampai mau bunuh diri. Tapi bab-bab sulit pada pengerjaan laporan Project Assignment. Analisis permasalahan, Saving, Gain, Benefit serta biaya investasi dari Project yang diusung. Memang betul guru-guru menulis yang konsisten akan mengatakan, "Tidak mungkin dalam 24 jam sehari, tak ada waktu untuk menulis barang 15 menit saja.". Terima kasih guru-guru untuk sentilan tersebut.

Betul. Saya masih punya waktu kosong, tetapi dalam keadaan itu, saya harus meluangkan waktu berolahraga. Biasanya saat sore hari, sepulang dari kantor. Kenapa saya pilih olahraga? Alasannya ialah karena saya sempat jatuh sakit kurang lebih seminggu. Didanai oleh PLN, tentu saya ndak kekurangan makan. Diberikan tempat tidur numpang, saya pun tidur dengan tenang. Justru olahraga yang memang saya lupakan untuk kurang lebih satu bulan. Jadilah kondisi tubuh saya ndak fit, sekaligus ditambah dengan gigi geraham belakang yang tumbuh begitu menyakitkan. Saya hampir benar-benar terkapar dan bedaya. Bahkan pernah dua hari, ketika sampai kantor, kerja saya hanya tidur. Betul-betul tak patut dicontoh. Sakit kan seharusnya berobat, bukannya malah tidur di kantor. Toh PLN begitu dermawan dan duitnya banyak untuk mendanai berobat calon pegawai.

Lalu di malam hari, Project yang awal mulanya memberikan saya waktu istirahat ketika sampai di mess, tak lagi sebersahabat itu belakangan. Di rumah numpang ini pun, saya harus memikirkan Project dan karya inovasi yang semakin dikejar revisi dan waktu. Kemudian saat pukul 10 atau 11, kelopak mata saya sudah digelantungi benda berat. Mantan mahasiswa ini ndak mampu lagi begadang seperti dulu. Jadilah keadaaan tersebut membuat samar-samat, seperti saya ndak ada waktu untuk menulis.

Sekarang, telah memasuki masa-masa ndak terlalu sibuk bertenaga. Tetapi sibuk menyiapkan mental dan pikiran untuk menempuh ujian akhir. Begitu mendebarkan. Apalagi setelahnya saya akan mengetahui di Indonesia bagian mana calon pegawai baru ini ditempatkan.

Semoga, saya bisa kembali ke jalur konsisten yang seharusnya. Setiap hari senin, pukul 12:00.

Betul juga, masih ada saja seharusnya waktu 10 menit dari 24 jam, untuk menulis cerita berantakan seperti diatas ini.

"Tulisan yang buruk, lebih baik daripada yang tidak ada sama sekali" (Kalian bisa lihat Quote ini diberbagai buku kepenulisan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!