Jumat, 27 Mei 2016

#CAPER: Drama sebelum SK

Terasa sekali, kurang lebih enam bulan program diklat prajabatan meninggalkan kisah-kisah seru, haru, persaudaraan, drama dan cinta. Terbukti dari sedikitnya 18 episode #CAPER pada masa itu yang sudah terbit.

Kemarin, 11 sampai 13 Mei 2016 adalah hari yang begitu mendebarkan. Berisi dua hari ujian dan pengumuman penempatan di hari terakhir. Menanti sebuah kertas sakti pengantar kami ke unit penempatan masing-masing.

Dari sekian banyak, drama tanggal 11-13 Mei 2016 adalah yang terhebat. Saya hampir dinyatakan gagal dalam ujian. Pasalnya, Project Assignment yang sejatinya menuntut perserta prajabatan campur tangan dalam pekerjaannya. Tetapi pada tim KIT50.T, regu proyekku, tidak seperti itu. Kami hanya mengkaji dari hasil Project yang telah dilakukan tim pegawai dari unit OJT.

Kekhawatiran sebetulnya sudah muncul sebelum saya 'menggarap' Project tersebut. Namun, ketika menghadap ke mentor dan co-mentor yang sejatinya adalah pejabat di unit OJT, dikatakan tidak masalah. Masuk akal memang karena saya dan tim bekerja di bagian operasi. Sehingga sudah sepatutnya memang kami mengkaji dari sisi operasi, setelah suatu pekerjaan dilaksanakan. Tanpa banyak bicara dan mengklarifikasi, saat ujian tim penguji terlanjur tidak tertarik membasa 'Project' kami. Dua dari tiga juri menyatakan lulus dan yang lain mengusulkan untuk OJT ulang.

Selepas gladi untuk acara End Program tanggal 13, KIT50.T boleh berpuas diri karena PIC telah menyatakan kami semua lulus. Walaupun telah dikabarkan sebelumnya, nilai tim saya pas-pasan. Tak ada harapan untuk menjadi kelompok Project Assignment terbaik, apalagi mimpiku menjadi siswa terbaik. Well, semua cita-cita memang ada di tangan tuhan pada eksukusinya.

13 Mei 2016, siswa diklat prajabatan PT PLN (Persero) angkatan 50 di seantero nusantara tengah deg-degan. Saat itu ialah penentuan nasib kami bertugas di kampung halaman, jauh atau bahkan sangat jauh sekali di pelosok negeri.

Ada daerah yang menjadi momok bagi kami, yaitu Papua, beberapa daerah di Kalimantan, pulau Tahuna di Sulawesi, NTT, NTB, Maluku dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.

Dilema yang begitu besar terjadi ketika nama teman-teman saya telah tercantum dalam tampilan Power Point ditambah dengan Sound Effect yang mendebarkan. Ialah ketika mereka yang namanya tercantum tak sesuai harapan dengan menatap kosong layar pantulan cahaya proyektor. Antara saya harus senang karena tidak termasuk di dalam daftar, atau kasihan terhadap mereka. Tetapi kami, siswa OJT PLTU Asam-Asam yang telah merasakan bagaimana area terisolasi, merangkul mereka yang akan jauh dari kampung halaman. Saat itu, air mata memang tak terbendung.

Lalu ketika nama saya sendirian, mendapatkan UIP VIII Surabaya sebagai desinasi selanjutnya, kawan-kawan yang notabene asli arek/cah Jowo memberikan selamat dan pelukan hangat. Begitu besar hati, padahal mereka ingin betul kembali ke tanah Jawa.

Semoga kesuksesan menyertai kita, kawan-kawan seperjuangan.

Diklat prajabatan betul-betul mengajarkan banyak hal. Terutama penanaman nilai Continous Learning. Tentang bagaimana beradaptasi di tempat yang baru, apalagi seperti saya dan banyak teman-teman lain yang bekerja tidak sesuai dengan basic kami saat kuliah, bahkan pembidangan.
Selamat bekerja, kawan-kawanku. Teruslah belajar dan berinovasi. Tanamkan terus nilai-nilai PLN dan sampai jumpa di puncak kesuksesan kita masing-masing.

PLN Angkatan 50,: Penuh Semangat Terangi Bangsa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!