Kamis, 28 Juli 2016

#CAPER: Tutup Buku Seteru

Belum lagi saya sempat menulis seteru yang masih terjadi antara Menteri ESDM sebelumnya, bapak Sudirman Said dan PT PLN (Persero) yang kemudian mendapatkan dukungan dari kelompok serikat pekerja untuk mempertahankan kedaulatan energi nasional. Sebagaimana dikatakn oleh Ir. Jumadis Abda MM, MEng selaku ketua umum serikat pekerja PLN dalam dukungannya kepada direksi, "SP PLN mengecam pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang memaksa PLN untuk tunduk terhadap upaya swastanisasi pembangkit listrik dan peraturan yang merugikan PLN dan kelistrikan nasional.".

Sekarang telah kita ketahui, bahwasannya seteru antara kedua belah pihak mungkin tak nampak lagi, baik di media telivisi, surat kabar, maupun laman berita online. Pasalnya, RI 1, bapak Joko Widodo telah mengumumkan hasil Reshuffle. Dimana nama Sudirman Said digeser oleh sosok muda dengan rekam jejak yang begitu cemerlang di bidang ESDM. Selain track record pendidikannya yang mengagumkan, lulusan S1 teknik mesin ITB ini melanjutkan kuliah S2 dan S3 pada teknik oceanografi di Amerika Serikat, pakar kelautan ini memiliki reputasi yang profesional dikalangan internasional dengan beberapa hak paten atas penemuan-penemuannya. Tak diragukan lagi, atas pertimbangan inilah presiden Jokowi mempercayakan 'anak muda' sebagai bos energi di Indonesia.

Jadi, tak perlu lagi rasanya, saya larut-larut memikirkan seteru yang terjadi sebelumnya. Akan lebih bijak jika kita memberikan ucapan selamat kepada nahkoda baru kedaulatan energi di Indonesia, bapak Archandra Tahar. Selamat bekerja,mempertahankan, mengawal dan mengembangkan kedaulatan energi NKRI.

Juga, terima kasih kepada bapak Sudirman Said, atas dedikasi dan kontribusinya selama kurang lebih dua tahun belakangan.

Selamat bekerja, kabinet kerja!

2 komentar:

  1. Jujur saya kurang update dengan pemberitaan tentang bapak Sudirman said, saya tidak tahu mengenai kasusnya dengan PLN, tapi menurut saya keputusan mereshuffle bapak sudirman said adalah keputusan yang tepat, karena beliau ini bukan orang punya latar belakang di dunia teknik ataupun dengan dunia energi,berbeda dengan bapak Archandra Tahar. yang diharapkan adalah menteri yang baru ini dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat. Dan juga, dengan usia beliau yang masih cukup muda, diharapkan juga menteri baru mampu membuat terobosan inovatif yang ndak 'old school' di bidang energi.

      Hapus

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!