Sabtu, 04 Maret 2017

Insiden "Manajemen Rumah Tangga Islami"

Tak lebih dari 30 menit materi yang di sampaikan Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc. MA -حَفِظَهُ اللهُ sampai akhirnya beliau حَفِظَهُ اللهُ menutup Tabligh Akbar "Manajemen Rumah Tangga Islami" yang baru masuk pada bab Tata Cara Pernikahan Islami dengan kalimat, "Baik, kita berhenti dulu sampai sini, teman-teman sekalian. Karena kondisi ada beberapa saudara kita muslim yang tidak setuju dengan pengajian ini."

Sontak saja Jama'ah berteriak, "Lanjut, Ustadz. Lanjut!" Berharap Ust. Khalid, sapaan akrab beliau, berkenan melanjutkan pengajian.
Lalu beliau حَفِظَهُ اللهُ berkata lagi, "Sebentar. Ini bukan harus ribut-ributan ya. Saya tidak meminta itu." Katanya menenangkan Jama'ah.


Sebelumnya, sudah ada surat penolakan dari salah satu ormas yang menolak kajian Ust. Khalid di daerah Rungkut, Surabaya. Sehingga kajian dipindahkan ke Sidoarjo, tempat Ustadz akan memberikan kajian sesi kedua tentang "Indahnya Menjadi Orang Sholeh", dengan harapan pengajian akan tetap berjalan tanpa halangan suatu apapun.

Tapi Allah  sebaik-baik pengeksekusi. Masa penolakan menyambangi sampai ke Sidoarjo dengan alasan penolakan yang sama.

Padahal Wallahi, saudara-saudaraku. Saya bersumpah atas nama Allah ﷻ melalui tulisan ini yang kemudian akan ditimbang pada hari kiamat kelak di hadapan Allah .

Dua puluh lima menit kajian yang saya dengan dari Ust. Khalid حَفِظَهُ اللهُ tidak ada satu nama pun yang beliau fitnah, ghibah, tradisi atau adat istiadat yang beliau caci-maki, apalagi sampai menyesatkan dan mengkafirkan. Wallahi, saudaraku.

Tapi ya sudahlah. Allah  sebaik-baik pengatur. Ust. Khalid tetap meninggalkan Jama'ah dan digantikan Ust. Badal حَفِظَهُ اللهُ yang melanjutkan kajian dengan tema yang sama pada bab Kewajiban Istri Terhadap Suami. Setelah 14 poin yang disampaikan dengan waktu kurang lebih 14 menit, kajian kembali dijeda. Karena ada perwakilan aparat keamanan dan masa penolakan yang hendak memberikan pernyataan terkait insiden yang terjadi.

Lagi-lagi Wallahi, begitu indah, saudaraku. Saya menghargai aparat keamanan, khususnya perwakilan masa penolakan yang mau berdiri di depan ratusan, atau bahkan mungkin tak kurang dari seribu Jama'ah untuk menyampaikan permohonan maaf karena terjadi miss komunikasi. Walaupun tentu dibumbuhi dengan sorakan Jama'ah. Saya pun sedikit menyesalkan hal ini. Tapi bagaimana lagi, Jama'ah yang telah jauh-jauh datang dari luar kota mungkin merasa kecewa.

Saya pun sebetulnya agak lega, ketika sebelum perwakilan penolakan meninggalkan masjid, beliau sempat berpelukan dengan Ust. Badal حَفِظَهُ اللهُ. Tanda adanya ukhuwah islamiyah di sana. Kemudian berlalu dengan iring-iringan takbir dari Jama'ah.

Adapun maksud yang saya ingin saya sampaikan pada tulisan ini adalah; baik, semua telah terjadi. Bahkan sesi kedua kajian Ustadz lulusan S1 Universitas Islam Madinah, S2 Universitas Muslim Indonesia dan mendapat gelar doktoral dari Universitas Tun Abdul Rozaq Malaysia ini juga dibatalkan yang rencananya akan dilaksanakan Ba'da Sholat Ashar berjamaah.

Saya berharap, masalah ini tidak berlarut-larut atau bahkan menjadi sesuatu yang besar. Saya khawatir, ada musuh-musuh islam yang tertawanya semakin kencang melihat musuh mereka "perang saudara". Sunggu saudaraku, setiap muslim adalah bersaudara.

Saudaraku, kelak di akhir zaman, kita pasti berperang bersama melawan pasukan Dajjal. Kita masih dalam syahadat yang sama. Jangan sampai ada celah diantara kita yang bisa menjadi bahan hiburan musuh-musuh Allah .
Beruntung dapat menangkap momen Anda tersenyum,
ketika Jama'ah sedih Anda terpaksa meninggalkan Majelis.
Baik, saya tutup dengan ini; teruslah tersenyum dan berdakwah, Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc. MA حَفِظَهُ اللهُ. Anda memang tak luput dari kesalahan. Namun dari banyak hal-hal baik yang Anda sampaikan kepada kami, orang-orang yang mencintaimu, saya berdoa agar Allah  senantiasa menjaga Anda. Karena tak ada tempat kami bergantung agar terus bisa menimbah ilmu darimu, kecuali Allah  yang menghendakinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!