Minggu, 02 April 2017

10 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad ﷺ Bag.1




Bismillah.
Segala puji bagi Allah عَزَّ وَجَلَّ , Rabb semesta alam. Serta Sholawat dan salam, kita ucapkan kepada Nabi agung Muhammad ﷺ berserta para keluarga dan sahabat beliau.

Peradaban dunia, sebagaimana kita ketahui telah berjalan berabad-abad lamanya dan tidak ada perselisihan terhadap hal tersebut. Dalam peradaban dunia, tentulah Allah عَزَّ وَجَلَّ mengutus orang-orang pilihan, untuk menjadi suri tauladan sebagai contoh untuk mengarungi kehidupan di dunia dengan menyerukan kepada tauhid. Sebagaimana firman Allah عَزَّ وَجَلَّ:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu. [An Nahl:36]

Telah kita ketahui, bahwasannya ada 25 nabi yang wajib diimani, seperti yang Allah عَزَّ وَجَلَّ sebutkan pada banyak ayat di Al-Quran yang telah kita hapalkan sejak di Taman Pendidikan Al-Quran.

Dari begitu banyak Nabi yang Allah عَزَّ وَجَلَّ   utus ke bumi, tentu ada satu nama manusia termulia yang menjadi penutup para Nabi, yaitu Nabi kita yang agung Muhammad ﷺ dengan begitu banyak keutamaan pada dirinya. Seperti yang Allah عَزَّ وَجَلَّ sebutkan dalam firmannya:


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [QS. Al Anbiya’: 107]


Sebagai bagian dari umat Nabi yang termulia, sudah sepatutnya kita bangga dan menyadari Allah عَزَّ وَجَلَّ  telah memberikan banyak keutamaan kepada umat terbaik ini, sebagaimana yang Allah عَزَّ وَجَلَّ kekalkan dalam QS. Ali-Imran: 110;

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” [QS. Ali Imron: 110]

Dalam upaya untuk menambah kecintaan dan kebanggan kita kepada umat akhir zaman yang diciptakan oleh Allah عَزَّ وَجَلَّ di permukaan bumi, penulis akan membagikan apa yang telah dicantumkan pada judul tulisan kali ini, '10 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad ﷺ' sebatas pengetahuan penulis.

Tentu saja, keistimewaan ini tidak terbatas hanya sepuluh saja. Tetapi penulis ingin membuat sharing ini tidak terlalu panjang. Sehingga dengan sepuluh saja keistimewaan yang akan disebutkan nanti, Insya Allah -penulis memohon kepada Allah عَزَّ وَجَلَّ- agar menambah kecintaan dan keimanan kita dalam mengarungi kehidupan sebagai umat terbaik, dengan begitu banyak fitnah yang diarahkan ke tengah-tengah kaum muslimin sekrang

Mari kita mulai '10 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad ﷺ' ...

(1) Manjadi Saksi atas Nabi yang didustai oleh Kaumnya

Jabir bin Abdullah meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau pernah besabda:



"Tidak seorang pun dari umat lain kecuali dia ingin menjadi salah satu di antara umat ini. Tidak ada seorang Nabi pun yang didustai oleh kaumnya, melainkan kita akan bersaksi pada hari kiamat bahwa dia telah menyampaikan agama Allah dan telah menasihati mereka." [Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (VIII/218): "Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dengan sanad Jayyid, melalui jalur Abul Aliyah dari Ubay bin Ka'ab.]

Sebagaimana kelak di hari kiamat ketika para Nabi Nuh -'alaihi salam- diadili, Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman kepadanya, "Wahai Nuh, Jibril berkata bahwa engkau termauk orang yang diutus." Nuh berkata, "Benar." Kemudian Allah عَزَّ وَجَلَّ  berkata, "Apa yang engkau lakukan terhadap kaummu?" Nuh menjawab, "Wahai tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka melarikan diri." Maka Allah عَزَّ وَجَلَّ kembali menyeru, "Dimana kaum Nuh?" Kemudian datang suatu kelompok dan ditanya oleh Allah عَزَّ وَجَلَّ, "Ini saudara kalian Nuh. Ia mengatakan bahwa ia telah menyampaikan risalah." Maka kaum Nuh yang telah tahu akan mendapatkan siksa mendustakan Nabinya dengan berkata, "Wahai tuhan kami, ia telah berdusta. Ia tidak menyampaikan apapun kepada kami." Maka Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman, "Wahai Nuh, apakah kau memiliki saksi?" Nabi Nuh -'alaihi salam- menjawab, "Benar, wahai tuhanku. Saksiku atas mereka adalah Muhammad dan kaumnya." Kaum Nuh berkata, "Bagaimana bisa demikian? Kami adalah umat terdahulu sedangkan mereka umat terkahir." Maka datanglah Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya, kemudian Allah عَزَّ وَجَلَّ  berfirman, "Wahai Muhammad, Nuh memintamu bersaksi." Lalu Nabi Muhammad ﷺ membacakan QS. Nuh: 1;

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih" [QS. Nuh: 1]

Tentu saja Allah عَزَّ وَجَلَّ maha tahu bagaimana umat Nabi Nuh -'alaihi salam- telah mendustakannya. Tetapi ulama mengatakan bahwasannya, inilah cara Allah عَزَّ وَجَلَّ  untuk mengabarkan keistimewaan umat Nabi Muhammad ﷺ dibandungkan umat terdahulu.

(2) Umat Paling Mulia di Sisi Allah عَزَّ وَجَلَّ

Nabi ﷺ telah bersabda tentang keutamaan kaumnya;





"Kalian menyempurnakan jumlah umat menjadi 70 umat. Kalian adalah yang terbaik dari 70 umat itu dan yang paling mulia di sisi Allah." [HR. Ahmad, At-Tirmizi dan Ibnu Majah dari Mu'awiyah bin Haidan; Syaikh Al-Albani menghasankan hadits ini dalam Shahibul Jami' (No. 2301)]

(3) Nabi Muhammad ﷺ diwafatkan Sebelum Kaumnya

Wafatnya Nabi Mummad ﷺ sebelum kaumnya ialah menjadi kabar bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat yang dirahmati, sesuai dengan yang telah disabdakan Nabi ﷺ;



"Sesungguhnya jika Allah عَزَّ وَجَلَّ  ingin merahmati suatu umat dari hamba-hambanya, maka dia mewafatkan Nabi umat itu terlebih dahulu dan Dia menjadikannya sebagai simpanan bagi umat itu kemudian hari (yaitu untuk memberika syafaat kepada umatnya). Adapun apabila ingin mengazab suatu umat, Dia akan mengazab ereka saat Nabi mereka masih hidup; Dia membiasakan mereka sedangkan Nabi mereka melihatnya, dan Dia juga menyejukkan matanya (membahagiakan hati nabi tersebut) dengan kebinasaan mereka manakala mereka mendustakan dan mendurhakai perintanya." [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ary. Terdapat dalam Shahihul Jami']

Kita semua telah mengetahui bahwasannya Nabi kita telah wafat pada Rabiul Ula tahun 11 H, dipangkuan Ibunda A'isyah, namun Sunnah-Sunnah beliau ﷺ terus tertancap di hati kita hingga sekarang. Dan kita tidak dapat memungkiri, banyak dari kamu nabi terdahulu yang dibinasakan oleh Allah عَزَّ وَجَلَّ di depan mata Nabi mereka. Seperti kaum Nabi Nuh, Nabi Luth, Nabi Musa -'alahi mussalam- dan sebagainya.

(4) Allah عَزَّ وَجَلَّ Mengampuni Niat Buruk yang tidak dikerjakan

Salah satu rahmat Allah yang tidak diberikan kepada umat terdahulu ialah yang dikabarkan Nabi pada sabda beliau;










"Sungguh, Allah mengampuni umatku atas apa yang tebersit dalam hati mereka, selama belum mengerjakan dan membicarakannya. Dia juga mengampuni perbuatan salah seorang di antara mereka karena dipaksa." [HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi dari Abu Hurairah. Syaikh Albani menshahinkan hadits ini dalam Shahibul Jami' (No. 1729)]

Hadits ini sekaligus menjadi hujjah, bahwasannya seseorang yang berniat melakukn kejahatan, belum mendapatkan dosa sehingga dia melakukan hal tersebut. Ketika dia membatalkan niatnya karena suatu hal, maka gugur beban dosa pada dirinya.

Bahkan Allah عَزَّ وَجَلَّ mengampuni kalimat kufur yang diucapkan oleh hambanya -umat ini- bila dalam keadaan terpaksa atau diamcam. Seperti kisah seorang Ammar bin Yasir -Radhiallahu anhuma- yang pernah mengucapkan kata kufur tatkala diancam oleh Abu Jahal akan dikuliti badannya. Sedangkan kedua orang tua Ammar (Yasir dan Sumaiyah) telah dibunuh sebelumnya karena keislaman mereka. Kemudian Yasir dan Sumaiyah -Radhiallahuanhuma ajma'in- dikenal sebagai orang yang pertama kali mati syahid. Wallahu ta'ala a'lam.


-Bersambung-

Sumber gambar terkait:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/eb/Calligraphic_representation_of_Muhammad%27s_name.jpg/285px-Calligraphic_representation_of_Muhammad%27s_name.jpg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!