Jumat, 24 November 2017

Hidup Terlalu Lama untuk Memakan Beberapa Butir Kurma

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدَ ِللهِ, اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Berkata Allah Tabaroka wa ta'ala dalam QS. Al-Imron[3]: 133
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa."

Rabb pencipta langit dan bumi, telah menjadikan bumi yang dihamparkan ini sebagai arena pacu untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Sebagaimana ulama Salaf pernah berkata, "Jika terbuka bagimu satu pintu kebaikan, maka bersegeralah. Karena kau tak akan tau kapan pintu itu akan tertutup".

Sebaik-baik contoh bagi kita ialah, bagaimana generasi terbaik umat ini selalu bersegera dalam kebaikan. Sahabat yang mulia, Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'anhu pernah berkata:
Hadits Ketiga: Jabir -semoga Allah meridhoi kepadanya- "Pada saat perang Uhud, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah -Shalallahu 'alaihi wa salam- 'Apakah engkau tahu di manakah tempatku seandainya aku terbunuh?' Beliau menjawab, 'Di dalam surga.' Kemudian orang tersebut melemparkan beberapa buah kurma yang sedang ditangannya kemudian berperang hingga ia terbunuh." Muttafaqun 'alaihi [1]

Adapun pelajaran utama dari hadits di atas ialah bagaimana para sahabat begitu bersegera ketika ada tawaran kebaikan. Lebih-lebih yang Allah dan Rasulnya jamin ialah sebaik-baik tempat kembali.

Adapun bagi pria tersebut, menyelesaikan memakan kurma yang ada dalam genggamannya itu, terlalu lama untuk bertahan melanjutkan hidup di dunia. Tempat yang bahkan tak lebih berharga dari seekor bangkai kambing yang telah membusuk, jika dibandingkan dengan surga yang ada di 'pedang-pedang musuhnya'.

Ini hanyalah sebutir buih dari luasnya samudera tinta yang akan kering jika untuk menuliskan betapa hebatnya generasi awal.

Panglima Romawi pernah mengirimkan utusan untuk memata-matai para sahabat di kemah-kemah mereka, kemudian yang ia (utusan itu) kabarkan, bahwa ia melihat suatu kaum yang tidak memiliki senjata atau pelindung kecuali pedang-pedang mereka. Tidaklah terbunuh seseorang diantara mereka, kecuali mereka telah berhasil membunuh sekian orang diantara pasukan romawi. Dan ia melihat suatu kaum, yang jika malam hari bangun dengan begitu khusu', rukun dan sujud, menangis hingga mata mereka cekung. Tetapi jika di siang hari, mereka berpuasa dan berperang bagaikan pendekar-pendekar.

Suatu kaum yang paling keras tehadap musuh-musuh Allah, tetapi menjadi lembut bahkan sesegukan ketika mendengar ayat-ayat Allah Tabaraka wa ta'ala.

Begitulah gambaran kemulia para sahabat, bahkan di mata musuh-musuh mereka. Sekelompok orang-orang bahkan Rabbul 'alamiin pun telah memuji mereka.
"Dan orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pula ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah [9]:100)

-Semoga Allah jaga kita dari pemahaman orang-orang yang telah mencela bahkan mengkafirkan para sahabat Radhiyallahu 'anhum ajma'in.-

Maka mustahil bagi kita untuk mencapai derajat seperti selayaknya pada sabahat. Adapun yang dapat kita lakukan umat jaman now ini ialah, meneladani dan mengikuti Manhaj mereka. Karena jalan mereka ialah jalan keselamatan.

Semoga Allah Tabaraka wa ta'ala mengumpulkan kita bersama nabi, orang-orang Siddiq, para Syuhada dan orang-orang sholah di dalam Jannatul Fidauus, tanpa hisab dan tanpa azab.

Sembari menghadap kota dari pinggir Losari
Makassar, 24/11/2017 | 22:22
Ilham
---
Note:
[1] HR. Al-Bukhari: 4046 & Muslim: 1899

Sumber Gambar:
http://www.alghadeer.tv/media/cache/16/4d/164d1e1877e33293e6126e6fb7505405.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!