Jumat, 02 Maret 2018

Bekerja Aman Sehat Selamat


Bekerja dengan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik, masih menjadi pekerjaan rumah yang aman berat bagi berbagai hampir seluruh instansi industri di Indonesia. Setidaknya sudah ada empat belas kejadian kecelakaan kerja yang merenggut puluhan baik korban jiwa maupun luka-luka pada proyek infrastruktur di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Salah satu diantara penyebabnya karena terdapat aspek-aspek K3 yang diabaikan. Hal yang selama ini lumrah terjadi pada proyek pekerjaan konstruksi ialah target waktu yang kian mendekati akhir. menjadikan K3 dinomorsekaliankan karena dianggap menunda pekerjaan saja. Padahal, sebagaimana kita tahu proyek infrasturktur nantinya akan dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat. Namun apa gunanya bila proyek ‘dikejar waktu’ tetapi menyebabkan kecelakaan? Bukankah pekerja yang juga sebagai masyarakat Indonesia tidak bisa ikut menikmati hasil keringatnya?

Bukan hanya itu. Sebagian besar dari korban yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja merupakan pekerja kasar atau buruh yang dari keringatnya itulah dia menafkahi keluarga. Jika pekerja tersebut kehilangan sebagian fungsi anggota tubuhnya atau bahkan meninggal dunia, lalu siapa yang menanggung priuk nasi anak dan istrinya?

Ya. Memang perlu menjadi renungan kita bersama.

Maka daripada itu, PT PLN (Persero) UIP JBTB II sebagai unit bisnis PLN yang diberi tugas untuk menjalankan proyek pembangunan pembangkit listrik di Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, tidak tinggal diam melihat begitu banyak kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun dua tahun terakhir.


Pada Rabu, 28 Februari 2018, PLN UIP JBTB II mengadakan Workshop yang masih menjadi kelanjutan dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional dengan tema, “Bekerja Aman Sehat Selamat”.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pekerjaan-pekerjaan konstruksi khususnya di bidang ketenagalistrikan terdapat potensi terjadinya kecelakaan kerja yang yang begitu besar. Mulai dari jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda berat, bahaya setrum, ledakan, terpapar zat kimia dan lain sebagainya. Maka manajemen UIP JBTB II merasa perlu untuk mengadakan suatu forum yang terdiri dari seluruh elemen yang terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik yang masih dalam tahap kontruksi, yaitu Grati CCPP Extension Project di Pasuruan, Jawa Timur.

Pada forum ini pula hadir seorang wanita cantik yang menjadi Miss Global Beauty Queen dalam ajang Kontes Kecantikan Internasional Tahun 2017 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan sebagai Host, juga sebagai pembicara ialah Bapak H. Terubus. S.Kep.Ns.,M.KKK yang merupakan Pengawas Ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Beliau adalah seorang expert dibidangnya yang sudah sering menjadi narasumber pada berbagai kegiatan K3 di PLN seluruh Indonesia dan sudah sangat sering terlibat langsung dalam investigasi kecelakaan kerja. Sehingga Lulusan S2 Terbaik Jurusan K3 dari Universitas Airlangga ini tentu paham betul apa yang menyebabkan terjadi kecelakaan kerja. Sehingga ilmu yang beliau miliki dapat dibagikan kepada PLN UIP JBTB II, khususnya untuk menjalankan langkah-langkah preventif guna mencegah kecelakaan kerja di lingkungan PLN UIP JBTB II.

Workshop ini terdiri dari dua sesi. Selain memberikan tips Bekerja Aman, Sehat dan Selamat, Bapak Terubus juga membahas tentang Pendekatan K3 dari Aspek Kelembagaan. Menurut beliau, aspek kelembagaan adalah salah satu elemen yang mendasari terimplementasinya K3 dengan baik. Karena menurut pria kelahiran Malang ini, kelembagaan sangat erat kaitannya dengan peran manajemen sebagai pucuk pimpinan sebuah perusahaan yang menjadi cermin para anak buahnya. Sebagai contoh ialah Panitia Pembina Keselamatan & Kesehatan Kerja (P2K3) yang dalam Permenaker No. PER.04/MEN/1984 mewajibkan pucuk pimpinan untuk menjadi Ketua P2K3. Sehingga dalam kesibukkannya sebagai Big Boss, aspek-aspek K3 tidak terabaikan. Karena ketika Top Management sudah membubuhkan tanda tangannya pada komitmen terkait kebijakan K3, maka seluruh elemen dibawahnya wajib untuk tunduk.

Tak hanya dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UIP JBTB II, para Engineer dalam kegiatan ini pula turut diundang instansi-instansi kontraktor yang terikat kerjasama dengan PLN UIP JBTB II. Sehingga melalui forum ini, dapat disepakati komitmen bersama seluruh elemen untuk menambah durasi Safe Man-Hours Without Lost Time Injury (LTI) di Grati CCPP Extension Project.

Jika pada Bulan K3 Nasional Tahun 2018 kemarin General Manager UIP JBTB II mendapat undangan untuk menerima penghargaan dari Gubernur Timur sebagai salah satu perusahaan dengan program K3 terbaik. Melalui kegiatan ini, PLN UIP JBTB II yakin dapat menentukan langkah-langkah strategi untuk mencegah segala bentuk kecelakaan kerja untuk mencapai ambisi besar di tahun 2019, yaitu penghargaan Zero Accident.


Yes we can!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!